Suaranusantara.com- Ratusan mahasiswa yang tergabung dari Aliansi Solidaritas BEM Indonesia menggruduk gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuntut lembaga anti rasuah untuk mengusut tuntas dugaan korupsi jual beli jabatan yang melibatkan para pejabat di Provinsi Maluku Utara.
Pantauan dilokasi, para mahasiswa membakar ban di depan gedung KPK, lalu perwakilan dari Aliansi Solidaritas BEM Indonesia menyerahkan dokumen kepada pegawai Humas KPK terkait sederet kasus dilingkup Provinsi Maluku Utara.
Koordinator pusat solidaritas BEM Indonesia, Wahyu Alam Putra mengatakan, PK bisa segera mengusut tuntas kasus korupsi yang telah pihaknya kaji. Karena kasus ini menyangkut masalah negara juga, hal ini negatif dan tidak patut untuk dilakukan. Pihaknya ingin KPK bertindak sesuai tugasnya, karena kasus ini merugikan negara.
Sambung dia, pihaknya juga kan kembali menggelar aksi yang lebih besar jika tuntutannya tidak ditindak lanjuti. Aliansi Solidaritas BEM Indonesia akan menurunkan seribu orang pada aksi berikutnya.
“Kalau tidak ada respon dan tidak terpenuhi tuntunan kita, kita akan menggelar aksi lebih besar lagi. Untuk saat ini ada 200 mahasiswa dari 50 kampus se-Jabodetabek,” ungkap Wahyu saat ditemui di depan gedung KPK, Jakarta, Jum’at, (10/11/2023).
Berikut tuntutan yang disampaikan Aliansi Solidaritas BEM Indonesia, pertama, periksa saudara Miftah bay selaku Kepala Badan Kepegawaian Maluku Utara terkait jual beli jabatan yang dilakukan bersama Gubernur maluku Utara.
Kemudian, kedua, usut dan tuntaskan persoalan terpidana Imran Yakub terkait kasus kapal Nauwtika tahun 2019. Ketiga, Imran Yakub bersekongkol dengan miftah bay telah menekan saudara gubernur maluku utara untuk diangkat nya saudara Imram Yakub sebagai Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara.
“Keempat, segera audit temuan – temuan aliran dana ke rekening Gubernur Maluku Utara terkait kasus suap jual beli jabatan. Kelima, segera buat tim pansus penyelidikan dan penyidikan kasus jual beli jabatan di wilayah Provinsi Maluku Utara dan keterlibatan Gubernur Maluku utara saudara Abdul Gani Kasuba,” paparnya.
“Dan terakhir, segara usut saudara ramdani ibrahim atas kepemilikan rekening penampung atas kasus suap menyuap jabatan dan beliau adalah keponakan Gubernur maluku Utara,” tambah dia. (RD)













Discussion about this post