Suaranusantara.com – Media asing yang berbasis di Amerika Serikat dan terafiliasi dengan Radio Free Asia (RFA), BenarNews menyoroti soal suara PSI yang tiba-tiba melambung tinggi di real count KPU.
Menurut BenarNews kehadiran putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep sebagai ketua PSI meningkatkan kecurigaan atas dugaan adanya kecurangan pada hal tersebut
“Pakar jajak pendapat menyuarakan kecurigaan bahwa perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mungkin telah ditingkatkan sehingga bisa masuk parlemen, karena perolehan suara yang mendukung partai tersebut tiba-tiba meningkat menjadi sekitar 3,13% pada akhir pekan dari 2,6-2,8% yang sebelumnya berada di kisaran 2,6-2,8%. sekitar pada hari Jumat dan hari-hari sebelumnya,” tulis BenarNews dalam artikel berjudul Mid-count surge in votes for Indonesian president’s son’s party raises fraud suspicions.
BenarNews juga menjelaskan bahwa para ahli mencatat jumlah PSI yang dikeluarkan KPU lebih tinggi dibandingkan penghitungan TPS dan perkiraan penghitungan cepat. Meski masih dalam batas kesalahan penghitungan cepat yang biasanya dapat diandalkan, perbedaannya masih tidak biasa, kata mereka.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan, Muhammad Romahurmuziy menduga ada upaya di beberapa daerah untuk menggelembungkan suara PSI.
“Inflasi suara PSI terungkap dalam banyak kasus, bukan di tingkat TPS, tapi diduga di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Yang ia maksudkan adalah bahwa suara di tingkat daerah dihitung secara manual sehingga penghitungan suara lebih dapat diandalkan dibandingkan data di situs web komisi, yang bisa saja salah karena kesalahan input dan kesalahan lainnya.
Romahurmuziy juga menuding surat suara yang didiskualifikasi itu salah dimasukkan ke rekening PSI.
“Setiap peralihan suara tidak sah ke PSI jelas merugikan kinerja seluruh parpol lainnya dalam pemilu,” ujarnya.













Discussion about this post