SuaraNusantara.com – Anak buah Ferdy Sambo membeberkan kesaksiannya setelah Brigadir J tewas di rumah dinas atasannya itu di Duren Tiga.
AKBP Ari Cahya Nugraha atau Acay mengatakan bahwa dirinya ditelpon oleh Ferdy Sambo untuk mendatangi mantan Kadiv Propma itu setelah Brigadir J ditembak.
Acay menyampaikan bahwa dirinya tiba di rumah Ferdy Sambo pada pukul 17.30 bersama AKP Irfan Widyanto dengan menggunakan sepeda motor
Setiba dirumah Ferdy Sambo, ia melihat FS sedang merokok sendiri diteras rumah dengan mengenakan pakaian PDL dan celana PDL.
Ia mengaku bahwa, muka Ferdy Sambo keliatannya sedang marah.
“Beliau sedang merokok sendirian, mengenakan pakaian PDL dan celana PDL, tapi alas kakinya saya lupa. Dengan wajah, mohon maaf, tidak seperti biasanya, wajahnya merah seperti orang marah,” tutur Acay di hadapan Majelis Hakim.
“Beliau masih merokok sendirian. Setelah rokok dimatikan, baru saya berani mendekati beliau untuk melaporkan,” ucapnya.
Setelah ia memasuki rumah dinas FS, ia mendapati sosok pria yang tergelat di lantai dengan bersimbahan darah.
“Saya masuk garasi menuju dapur. Ini posisi masih di dapur terlihat seseorang tergeletak di sebelah tangga,” katanya.
Acay pun mengaku mendapat alasan Ferdy Sambo terlihat marah pada hari itu dari kata-kata yang dilontarkannya.
“‘Mohon izin Jenderal siapa dia?’. Dijawab ‘itu Yosua, kurang ajar dia melecehkan ibu’ katanya,” tuturnya sebagaimana suaranusantara.com dari sumbet lain.
Kendati demikian, salah satu saksi dalam kasus penembakan ini tak begitu yakin penyebab kematian Yoshua di rumah dinas Ferdy Sambo. (Ifn)













Discussion about this post