SuaraNusantara.com-Terpidana kasus pembunuhan berencana, Brigadir Yosua, Ferdy Sambo, mendapatkan perhatian setelah penampilannya dalam dokumenter Netflix berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.” Sambo, yang sebelumnya adalah eks Kadiv Propam Polri dan anak buah Krishna Murti, muncul dalam dokumenter ini.
Sambo terlihat dalam klip yang memperlihatkan penangkapan Jessica Mirna di sebuah hotel di kawasan Mangga Dua, Jakarta Barat. Pada saat itu, Sambo memimpin tim penangkapan Jessica yang diduga membunuh Wayan Mirna Salihin. Sambo mengenakan jaket kulit hitam dan memegang bertas di tangan kirinya.
Dalam klip tersebut, Jessica Mirna diduga merencanakan pergi ke luar negeri, dan Sambo-lah yang mengamankannya. Penampilan Sambo dalam dokumenter ini memicu pembicaraan dan minat publik.
Baca Juga: Ingat Kopi Sianida? Netflix Tayangkan Dokumenter Kasus Jessica Wongso
Ferdy Sambo, yang sebelumnya dikenal dalam berkas Polda, kini kembali menjadi sorotan setelah penampilannya dalam dokumenter ini. Selain itu, dokumenter ini juga membuka diskusi tentang kasus pembunuhan Mirna Salihin dan peran Jessica Wongso dalamnya.
Kubu yang percaya bahwa Jessica bukanlah pembunuh Mirna Salihin semakin banyak memberikan komentar di media sosial. Selain itu, pembicaraan juga mencakup sosok Edi Darmawan Salihin, ayah Mirna, yang tampil dalam wawancara dengan tim pembuatan film. Terdapat juga perdebatan mengenai potongan wawancara dengan Jessica oleh pihak lapas, yang dianggap janggal oleh banyak pihak.
Seharusnya, Jessica diberi kesempatan untuk memberikan versinya tentang kasus kematian Mirna Salihin kepada tim dokumenter, sehingga publik dapat membuat penilaian yang lebih adil mengenai kasus ini. Mirna Salihin diduga keracunan sianida di kafe Olivier, Thamrin, Jakarta Pusat pada tahun 2016. Jessica Wongso sebelumnya divonis 20 tahun penjara atas dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Megawati Sentil Putusan Mahkamah Agung, Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo













Discussion about this post