SuaraNusantara.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang akrab disapa Danny Pomanto, telah mengambil keputusan berani dengan mundur dari jabatan Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Sulawesi Selatan.
Meskipun meninggalkan posisi tersebut, Danny akan tetap berperan sebagai dewan pakar atau dewan pembina dalam konteks Pilpres 2024.
Keputusan Danny untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Tim Pemenangan disebabkan oleh keinginannya untuk menghindari konflik kepentingan yang mungkin timbul jika ia memegang dua jabatan sekaligus, yaitu Ketua Tim Pemenangan dan Wali Kota Makassar.
Baca Juga:Â Netanyahu Tolak Gencatan Senjata: Tidak Akan Terjadi!
Danny memastikan bahwa akan ada penggantian dengan menunjuk tokoh yang lebih muda untuk memimpin tim kampanye di Sulawesi Selatan.
“Daripada nanti bermasalah, kita kasih yang muda-muda. Sudah disepakati kemarin saya dipanggil di pusat. Kita berikan kesempatan kepada generasi milenial, dan nantinya akan diumumkan secara resmi. Pokoknya generasi milenial akan memimpin tim kampanye Ganjar Pranowo di Makassar.” Jelasnya, Senin, 30 Oktober 2023.
Danny juga memberi penekanan pada kenyataan bahwa mayoritas pemilih dalam Pilpres saat ini didominasi oleh kalangan anak muda.
Baca Juga:Â Disinggung Duduk Bersebrangan dengan Jokowi, Anies Baswedan: Alamiah Saja
“Iya, 52 persen suara adalah Gen Z dan milenial. Secara nasional mencapai 54 persen. Mereka mendominasi,” katanya.
Sebagai seorang kader PDIP yang mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Danny telah menjalani peranannya dalam dinamika politik di Sulawesi Selatan.
Ia pernah menjabat sebagai dewan pembina relawan Projo Sulawesi Selatan, tetapi pilihan politiknya yang berbeda dengan dukungan Projo untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2024 adalah alasan utama di balik keputusan mundurnya dari jabatan tersebut. (Alief)













Discussion about this post