Suaranusantara.com- Ribuan relawan dan kader dari Partai PDI Perjuangan serta beberapa partai koalisi menggelar kampanye akbar di GOR Delta Sidoarjo pada Minggu (21/1/2024).
Puan Maharani, Ketua DPP PDI Perjuangan, membuka pidato dengan menyinggung masalah intimidasi yang dihadapi oleh kader dan relawan Ganjar-Mahfud.
Dalam ajakannya, Puan menggalang solidaritas ribuan kader dan relawan untuk bersatu demi mendukung kemenangan Ganjar-Mahfud di Jatim pada pemilu mendatang.
Dalam orasinya, Ketua DPR RI menegaskan perlunya kesatuan dan kerjasama agar pasangan calon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud, dapat meraih sukses dalam pesta demokrasi mendatang. Puan menyampaikan harapannya untuk bersama-sama, dengan kekompakan yang kuat, memastikan kemenangan pasangan calon tersebut.
“Karena saudara-saudara sekalian sedulurku ini mau sama-sama Ganjar-Mahfud bersama mbak Puan solid, memenangkan nomor tiga pada pemilu yang akan datang,” kata Puan di Sidoarjo.
Selanjutnya Puan menegaskan bila ingin menang, maka seluruh kader banteng juga jangan takut bila ada tekanan dan intimidasi.
“Jadi jangan ada yang takut, semuanya banteng-banteng, warga Jatim jangan takut diintimidasi. Jangan takut tidak boleh pilih tiga, semuanya pilih tiga sampai waktunya,” tegasnya.
Sementara Ganjar Pranowo Calon Presiden nomor urut 3 yang juga hadir di Sidoarjo menyebut, kalau sejumlah kepala desa di Jatim yang juga kader PDIP mendapat intimidas. Mantan Gubernur Jateng itu menyatakan, intimidasi yang mereka alami berupa telepon dari seseorang yang meminta supaya jangan terlalu gencar mengkampamyekan Paslon nomor 3 ini.
“Menuju 14 februari waktu kita tinggal sedikit, dan bukan tanpa rintangan, kami sudah mendapatkan informasi, kades mulai ditelponi, betul? Apakah saudara-saudara takut?,” kata Ganjar.
Ganjar juga mengaku bahwa dirinya telah mendapat sejumlah laporan terkait intimidasi menjelang Pemilu 14 Februari 2024 dimulai. Capres nomor urut 3 itu kemudian mengajak belasan ribu kader supaya tidak tunduk pada tekanan.
“Kami juga sudah mendapatkan laporan para kepala daerah, kota juga sudah ditelponi, bahasanya ojok kenceng-kenceng (jangan kencang-kencang) katanya begitu, takut? lawan!” tegas Ganjar.
Meski begitu, Ganjar masih berkeyakinan bila sejumlah instansi pemerintahan di Indonesia tetap menjaga netralitas pada Pemilu 2024.
“Maka kita ingatkan. Saya betul yakin Polri, Kejaksaan, Pemda, kepala daerah saya yakin bisa netral,” imbuhnya.
Baik Puan dan Ganjar dalam pidato politiknya tadi sepakat, bila tantangan koalisinya ke depan adalah menjaga Indonesia agar tetap menjadi negara berasas Demokrasi.
“Resikonya terlalu berat kalau kemudian ada yang intervensi dan kita mencederai demokrasi. Biarkan demokrasi makin tumbuh makin baik makin fair. Tugas kita menjaga itu,” tandas Ganjar.













Discussion about this post