SuaraNusantara.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa dari berbagai organisasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Lebak, Banten, diwarnai kericuhan, Sabtu (2/12/2023).
Mahasiswa pengunjuk rasa yang memaksa masuk ke dalam gedung DPRD terlibat saling dorong dengan personel kepolisian yang disiagakan menjaga jalannya aksi di Hari Jadi ke-159 Kabupaten Lebak.
Mereka ingin menemui Pj Bupati Lebak, Iwan Kurniawan yang sedang menghadiri rapat paripurna istimewa. Kecewa karena Iwan tak kunjung keluar, mahasiswa kembali terlibat saling dorong dengan petugas dan menggoyang-goyangkan gerbang gedung hingga akhirnya roboh.
Setelah merobohkan gerbang, mahasiswa berpindah titik aksi ke depan kantor bupati Lebak. Mereka juga berorasi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah kabupaten.
“Ini follow up dari aksi yang sebelumnya yang dilakukan. Tuntutan teman-teman tentu tuntutan yang sama saat aksi yang lalu, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan positif dari pemerintah daerah,” kata korlap aksi, Musail Waedurat kepada wartawan.
Dikatakan Musail, Pj Bupayti saat audiensi dengan mahasiswa beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa tuntutan yang disampaikan akan dimasukkan dalam program kerja.
“Tapi kenyataannya sampai hari ini, kami belum dengar terkait program kerja tersebut. Mulai dari pertambangan ilegal, reforma agraria, infrastruktur, kesehatan, kemiskinan dan pendidikan,” tegas dia.(Def)













Discussion about this post