SuaraNusantara.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami intimidasi terkait gerakan mahasiswa soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai syarat minimal batas usia capres-cawapres.
Sejak memimpin BEM UI pada 2023, Melki dan rekan mahasiswa telah menjadi sasaran serangan digital dan teror dalam berbagai bentuk. Intensitas intimidasi meningkat setelah putusan MK yang dipimpin oleh ipar Presiden Joko Widodo, Anwar Usman.
“Saya tidak tahu motifnya, tapi yakin bahwa ini berkaitan erat dengan situasi sosial politik, salah satunya tentang hiruk pikuk putusan MK,” ungkap Melki pada Rabu, 08 November 2023.
Baca Juga:Â Anwar Usman Diberhentikan, Suhartoyo Resmi Jadi Ketua MK Hasil Rapat Hakim
Melki melaporkan bahwa keluarganya di Pontianak didatangi oleh pihak yang mengaku sebagai aparat keamanan, tanpa menyebutkan asal satuannya. Mereka menyelidiki kebiasaan Melki di rumah, menciptakan ketegangan.
Terlepas dari pengalaman ini, Melki belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
“Sampai sekarang masih wait and see sih,” tambahnya.
Meski teror ini telah dibahas dalam internal BEM UI, Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto belum memberikan tanggapan, dan Kapendam XII Tanjungpura Kolonel Inf Ade Rizal Muharram menyatakan belum mendapat informasi terkait dugaan teror aparat terhadap keluarga Melki di Pontianak.
“Saya cari tahu dulu,” kata Ade. (Alief)













Discussion about this post