SuaraNusantara.com-Pemerintah telah berhasil mengevakuasi empat warga negara Indonesia (WNI) dari Israel ke Yordania, sementara 129 WNI lain yang berada di wilayah konflik, termasuk Israel dan Palestina, masih memilih untuk tidak dievakuasi.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, dalam sebuah konferensi pers, menjelaskan bahwa ada 143 WNI yang saat ini tinggal di wilayah Israel dan Palestina. Dari jumlah tersebut, sepuluh WNI menetap di Gaza, 39 di Tepi Barat dan sekitarnya, termasuk Yerusalem, serta 94 pelajar di wilayah Sapir.
“Empat WNI telah berhasil dievakuasi dari beberapa titik di Israel menuju Yordania,” jelasnya pada Jumat 13 September 2023.
Baca Juga: Evakuasi yang Menyayat Hati di Jalur Gaza Selatan, Kisah Nasser Abu Quta Kuburkan 19 Keluarga
Pemerintah Indonesia berupaya mengevakuasi 133 WNI yang berada di wilayah selain Gaza. Namun, hingga saat ini, hanya empat orang yang bersedia meninggalkan tempat tinggal mereka karena merasa lebih aman.
Pemerintah telah menyiapkan beberapa skenario evakuasi, termasuk melalui Amman, Yordania (jalur darat), Cairo, Mesir, dan penerbangan komersial menuju negara ketiga sebagai upaya penyelamatan. Pemerintah terus menjalin komunikasi dengan WNI yang masih berada di wilayah konflik Israel-Palestina melalui grup WhatsApp dan pertemuan Zoom.
Pemerintah juga mengimbau WNI untuk tidak memasuki wilayah Israel dan Palestina, mengingat masih ada WNI yang mencoba masuk ke wilayah tersebut. Mereka meminta agar kunjungan, termasuk perjalanan wisata religi, ditunda hingga situasi lebih aman.
Baca Juga: Kemenlu RI Susun Rencana Evakuasi WNI di Jalur Gaza Dampak Perang Serangan Hamas ke Israel
Konflik antara Israel dan Palestina memanas setelah milisi Hamas melakukan serangan terhadap wilayah Israel, diikuti oleh serangan balasan Israel di Gaza dan Tepi Barat. Situasi ini telah membuat banyak pihak khawatir akan keselamatan WNI di wilayah tersebut.













Discussion about this post