Suaranusantara.com – Serangan udara Israel di Lebanon selatan pada Rabu (14/2/2024) menewaskan delapan warga sipil, termasuk empat anggota keluarga yang sama.
Serangan tersebut merupakan balasan atas tembakan roket Hizbullah yang menewaskan seorang tentara Israel di Safed, Israel utara.
Menurut sumber keamanan Lebanon, serangan Israel menargetkan beberapa lokasi di Lebanon selatan, sekitar 10 hingga 25 kilometer dari perbatasan Israel.
Di antara target yang diserang adalah kompleks militer, ruang kendali operasional, dan infrastruktur teror milik Hizbullah, kelompok militan pro-Iran yang mendukung perlawanan Palestina di Gaza.
Salah satu serangan Israel menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di kota Nabatiyeh, menewaskan empat warga sipil dari keluarga yang sama, dua di antaranya wanita.
Sumber keamanan mengatakan bahwa penghuni apartemen tersebut tidak memiliki hubungan dengan Hizbullah.
Serangan lainnya menewaskan seorang wanita bersama seorang anak dan anak tirinya di Sawwaneh, serta seorang warga sipil lainnya di Adshit. Sembilan orang lainnya terluka dalam serangan di Lebanon selatan.
Serangan Israel ini merupakan yang paling mematikan bagi warga sipil Lebanon sejak permusuhan lintas batas dimulai pada Oktober 2023 lalu.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah, yang pernah berperang pada tahun 2006.
Sementara itu, militer Israel mengatakan bahwa serangan roket Hizbullah pada Rabu pagi menewaskan seorang tentara Israel bernama Omer Sarah Benjo dan melukai tujuh lainnya di markas militer mereka di Safed.
Sebuah video juga menunjukkan roket lainnya mendarat di dekat gerbang rumah sakit Safed.
Hizbullah mengklaim bahwa mereka menyerang “posisi musuh” di Safed untuk mendukung rakyat dan perlawanan Gaza yang menjadi sasaran agresi brutal Israel dengan lampu hijau AS.
Presiden Lebanon Michel Aoun mengutuk serangan Israel sebagai “pelanggaran berat” terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Ia juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan segera untuk menghentikan agresi Israel.













Discussion about this post