Suaranusantara.com- Mantan Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan dunia politik dan beralih ke karier bisnis. Pengumuman ini menandai akhir dari karier politiknya yang telah berlangsung lama di kancah politik Australia.
Dilaporkan oleh AFP pada Selasa (23/1/2024), Morrison, seorang politisi veteran Australia, mengumumkan pada hari yang sama bahwa dia akan mengundurkan diri sebagai anggota parlemen untuk daerah pinggiran Sydney pada bulan depan, setelah 16 tahun berkiprah di parlemen Australia.
Morrison menyatakan niatnya untuk “menghadapi tantangan baru di sektor korporasi global.”
Morrison, yang dikenal sebagai pemimpin konservatif, memimpin Australia selama kebakaran hutan Black Summer pada tahun 2019-2020 dan mengelola tanggapan terhadap pandemi virus Corona (COVID-19), termasuk menutup perbatasan negaranya.
Sebagai pendukung setia industri bahan bakar fosil, Morrison pernah membawa sebongkah batu bara ke parlemen untuk menunjukkan ketegasannya terhadap energi tersebut. Dia juga seringkali mengklaim, tanpa bukti, bahwa aktivitas pembakaran adalah penyebab utama kebakaran hutan, menolak dampak perubahan iklim.
Masa jabatan Morrison juga mencakup kontroversi, termasuk ketika ia merahasiakan negosiasi kesepakatan kapal selam nuklir AS-Inggris-Australia, yang mengejutkan Prancis dan memicu kritik.
Selain itu, Morrison juga melakukan penunjukan diri sendiri ke beberapa posisi menteri selama krisis COVID-19 tanpa memberitahu kabinet, pejabat, atau publik.













Discussion about this post