Suaranusantara.com – Pakar Komunikasi Politik, Romo Benny, memberikan komentarnya tentang pertemuan antara calon Wakil Presiden, Ganjar Pranowo, dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Menurut Romo Benny, pertemuan antara Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto menunjukkan dinamika politik yang cair dan bergerak menjelang Pemilihan Presiden 2024.
Ia menilai bahwa konstelasi politik pada Pemilihan Presiden 2024 berbeda dengan pemilu sebelumnya karena kekuatan politik masing-masing kubu tampak berimbang.
“Pertarungan menjelang Pilpres 2024 tidak semudah seperti 5 tahun sebelumnya karena dominasi kekuasaan masing-masing berimbang,” ungkap Romo Benny melalui pesan singkat kepada Strategi.id.
Karena itu, Romo Benny menyatakan bahwa tidak mengherankan jika masing-masing kekuatan politik melakukan penjajakan atau kompromi dalam upaya mencari titik temu. Bagi Romo Benny, penjajakan tersebut merupakan bagian dari proses kompromi yang biasa terjadi dalam politik, terutama ketika ada pembagian kekuasaan.
“Hal ini wajar karena politik adalah tentang merebut kekuasaan, dan dalam proses merebut kekuasaan, masing-masing partai politik pasti akan memiliki strategi bagaimana mereka bisa mendapatkan kekuasaan-kekuasaan tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Romo Benny menyatakan bahwa dalam politik, kontribusi partai politik akan dihargai dengan pemberian posisi kekuasaan.
“Setiap partai politik memberikan kontribusi dan kontribusi tersebut memiliki nilai, yaitu mendapatkan kursi kekuasaan,” lanjutnya.
Romo Benny menyimpulkan bahwa politik adalah realitas yang kompleks dan konstruksi kekuasaan yang memiliki wajah ganda. Dalam mencari posisi dan pengaruh, partai politik akan saling berkompetisi untuk memperoleh kekuasaan.
Dengan demikian, komentar Romo Benny menyoroti pentingnya penjajakan dan kompromi antara partai politik dalam persiapan jelang Pemilihan Presiden 2024.(Red)













Discussion about this post