Suaranusantara.com – Pakar gestur Handoko Gani memberikan penilaian tentang gaya komunikasi tiga bakal calon presiden, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, ketika berpidato dalam acara adu gagasan di Rakernas XVI APEKSI. Dalam analisisnya, Handoko fokus pada tutur kata dan gaya bicara mereka di atas panggung, mengaitkannya dengan gaya kepemimpinan yang mereka perlihatkan apabila terpilih sebagai presiden.
Berikut ini adalah tinjauan Handoko mengenai gestur Anies, Ganjar, dan Prabowo pada saat mereka berpartisipasi dalam adu gagasan di Rakernas XVI APEKSI pada hari Kamis, tanggal 13 Juli yang lalu.
Ganjar Pranowo
Ganjar dinilai sebagai calon yang tampil dengan sikap yang lebih tenang dibandingkan dengan dua calon presiden lainnya. Handoko Gani menyatakan bahwa Ganjar menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh publik.
Menurut Handoko, Ganjar selalu menempatkan dirinya sejajar dengan para undangan di lokasi yang hadir, yang merupakan para wali kota dan bupati dari berbagai daerah. Hal ini terlihat dari cara Ganjar berbicara yang dimulai dengan sapaan hangat seperti “Bapak, Ibu…”
Handoko menjelaskan, “Ganjar menganggap dirinya setara dengan wali kota atau kepala provinsi, sehingga mencoba untuk menyatu dan merasakan hal yang sama dengan mereka.”
Selain itu, Ganjar juga menghindari konfrontasi dengan siapa pun. Hal ini dianggap sebagai citra Ganjar sebagai seorang presiden yang merakyat jika terpilih dalam Pemilihan Presiden 2024 nanti.
Handoko menyatakan, “Ganjar ingin menjadi presiden yang mempersatukan kepala daerah lain dan rakyat, dengan semangat ‘Ayo, kita bersama-sama, mari kita bangkit.'”
Anies Baswedan
Sementara itu, dalam penilaian Handoko, Anies Baswedan tampil dengan semangat yang tinggi dan menawarkan perubahan. Handoko berpendapat bahwa Anies berusaha memperkenalkan dirinya sebagai sosok yang mampu memperbaiki berbagai masalah, terutama kesenjangan sosial.
“Dia ingin menunjukkan siapa dirinya. Dia ingin meletakkan dirinya di posisi yang lebih tinggi daripada para presiden sebelumnya dengan penggunaan bahasa superioritas,” ungkap Handoko.
Handoko menganggap bahwa jika terpilih, Anies akan mengubah kebijakan-kebijakan yang ada saat ini. Hal ini terlihat dari kalimat-kalimat yang disampaikan dan gaya bicara eksplosif Anies di atas panggung.
Dia juga menyamakan gaya Anies dengan Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2019, di mana keduanya menempatkan diri mereka sebagai sosok yang superior dan hebat.
Prabowo Subianto
Menurut analisis Handoko Gani, Prabowo Subianto tampil dengan keluwesan yang paling mencolok dibandingkan dengan dua bakal calon presiden lainnya. Namun, Handoko juga memberikan catatan khusus terhadap penampilan Prabowo.
Handoko mencatat bahwa ada perbedaan gaya Prabowo dalam konteks pilpres-pilpres sebelumnya. Ia mengatakan bahwa Prabowo sebelumnya seringkali tampil dengan semangat yang meledak-ledak dan cenderung menyalahkan lawan politiknya.
Namun, dalam kesempatan kali ini, Handoko mengamati bahwa Prabowo justru tampil dengan gaya yang lebih tenang dan teratur, mirip dengan gaya komunikasi yang ditunjukkan oleh Jokowi pada masa lalu.
Handoko menganggap penampilan Prabowo yang lebih tenang ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang ingin ditunjukkan olehnya jika terpilih sebagai presiden. Handoko menggambarkan paparan Prabowo sebagai gaya komando yang khas, menandakan aspirasinya untuk menjadi pemimpin tertinggi yang akan membawa perubahan positif bagi Indonesia.
Dalam analisis Handoko, Prabowo terlihat berdiri tegak di podium dengan sikap yang mencerminkan kepemimpinan yang kuat. Hal ini memberikan kesan bahwa Prabowo ingin menunjukkan dirinya sebagai seorang komandan yang siap memimpin dan mengarahkan negara menuju perbaikan yang lebih baik.(Dn)













Discussion about this post