Lebak, Suara Nusantara.com – Kabupaten Lebak hari ini berusia 194 tahun. Meski sudah hampir berusia dua abad, namun beberapa permasalahan mulai dari pendidikan, kesehatan hingga keterbukaan informasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi oleh pemerintah daerah.
Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menyebut banyak bangunan atau gedung sekolah, terutama di wilayah pelosok yang masih dirasa tidak layak. Begitu juga kesejahteraan guru honorer yang masih harus menjadi perhatian pemerintah.
“Faktanya guru honorer di Lebak dari segi kesejahteraan masih sangat minim, ini harus jadi catatan bagi pemerintah daerah,” kata Kumala dalam rilis yang dibagikan saat berunjuk rasa di depan Gedung Pemkab Lebak.
Selain di depan Gedung Pemkab Lebak, aksi unjuk rasa mahasiswa juga digelar di depan Gedung DPRD Lebak. Di depan kantor wakil rakyat, mahasiswa juga menyuarakan tuntutannya.
Kepada pemerintah daerah dan DPRD, Kumala menuntut akses pemerataan pendidikan, terutama pada penyandang disabilitas sesuai dengan UU Sisdiknas Tahun 2003.
“Mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan guru honorer,” pinta Kumala.
Jumlah pengangguran di Lebak juga menjadi salah satu permasalahan yang disorot Kumala. Pemerintah daerah didesak menuntaskan pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan.(Def)













Discussion about this post