Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Internasional

Saksikan MoU PKNU Korsel dengan Kampus RI, Puan: Pendidikan Investasi Masa Depan Negara

Suara Nusantara by Suara Nusantara
7 November 2022
in Internasional, Pendidikan, Peristiwa
Reading Time: 4 mins read
A A
1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan penanaman pohon usai memperoleh gelar Doktor Honoris Causa Bidang Ilmu Politik dari Pukyong National University (PKNU), Korea Selatan. Ia juga menyaksikan penandatangan kerja sama atau MoU antara PKNU dengan 8 perguruan tinggi Indonesia.

Penanaman pohon dilakukan di depan Mirae Building PKNU, Busan, Senin (7/11/2022). Puan yang didampingi oleh Presiden ke-5 RI sekaligus ibundanya, Megawati Soekarnoputri menanam pohon sea pines atau pinus laut.

Setelah menanam pohon, Puan dan Megawati bersama rombongan delegasi Indonesia mengikuti acara resepsi makan siang yang diselenggarakan oleh PKNU di Conference Hall, College of Engineering PKNU. Resepsi tersebut dibuat khusus untuk Puan yang baru saja menerima gelar Doktor Honoris Causa.

BACAJUGA

Civitas Akademika Ramai-Ramai Kritik Jokowi, Puan: DPR Akan Mendorong Dan Mendukung

Puan dan Hasto Tepis Hasil Survei, Yakin Ganjar-Mahfud Menang

“Saya ingin sampaikan apresiasi kepada Universitas Pukyong, atas kepercayaannya sehingga saya dapat menerima anugerah Doktor Kehormatan ini,” ungkap Puan.
 
Universitas Nasional Pukyong merupakan salah satu lembaga pendidikan yang terdepan dalam bidang riset kelautan terutama untuk studi perikanan, maritim  dan juga pengembangan teknologi inovasi. Pemberian gelar Doktor Kehormatan diberikan kepada Puan atas perannya dalam menghadirkan arah pembangunan yang lebih baik di Indonesia, mendorong kesetaraan gender, dan menunjukkan kepemimpinan baru di Asia.
 
“Atas dasar itu, maka gelar Doktor Kehormatan bidang politik ini merupakan pengakuan tidak saja atas kerja yang saya lakukan, namun juga kerja dari semua perempuan Indonesia dalam mendorong terciptanya kesetaraan gender,” kata perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
 
“Gelar ini juga merupakan pengakuan bagi kerja DPR dalam menjalankan fungsinya, dalam berkontribusi membangun Indonesia yang lebih maju,” sambung Puan.

Ditambahkannya, gelar dari PKNU pun merupakan pengakuan akan tumbuhnya pemimpin-pemimpin baru di Asia yang menghadirkan gagasan baru tentang kawasan damai, stabil, dan sejahtera, sebagai penggerak ekonomi global. Melalui gelar tersebut, Puan berharap dapat terus mengabdi bagi bangsa Indonesia serta mengimplementasikan demokrasi Pancasila bagi Indonesia yang lebih sejahtera, adil, damai, dan berkelanjutan.
 
“Cita-cita mulia ini hanya dapat tercapai jika kita bergotong royong, dan saling bersinergi. Dalam konteks ini, saya juga berharap nantinya saya dapat semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Korea di masa depan,” sebutnya.

Puan kemudian menyaksikan penandatanganan kerja sama akademik antara PKNU dengan 8 perguruan tinggi Indonesia. Acara penekenan MoU itu digelar di Jangbogo dan dilakukan oleh Rektor PKNU Prof Jang Young-Soo dan 8 rektor perguruan tinggi Indonesia yang mengikuti kerja sama pendidikan.

Selain Puan dan rombongan delegasi DPR RI, penandatangan kerja sama antara PKNU dan sejumlah universitas di Indonesia juga disaksikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko dan Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Dewan Pengarah BRIN.

Puan pun menyatakan rasa bangganya dapat hadir menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama Pendidikan antara perguruan-perguruan tinggi di Indonesia dan PKNU. Menurutnya, kerja sama di antara perguruan tinggi antar negara merupakan hal yang semakin berkembang pesat saat ini.
 
“Dunia pendidikan tidak saja merupakan urusan domestik semata, namun sudah menjadi bagian kerja sama antar negara. Kolaborasi perguruan tinggi antar negara dapat berkontribusi untuk  meningkatkan mutu perguruan tinggi dan kualitas sumber daya manusia suatu negara,” kata Puan.
 
“Pendidikan bagi generasi muda adalah investasi bagi masa depan suatu negara. Pendidikan adalah game changer yang dapat menjadi penentu maju atau mundurnya suatu negara,” lanjut mantan Menko PMK itu.

Puan juga berharap agar kerja sama pendidikan ini dapat berkontribusi mengatasi berbagai tantangan global yang dihadapi umat manusia seperti mengatasi dampak perubahan iklim, mengembangkan energi baru dan terbarukan, upaya mengatasi pandemi, dan mengembangkan teknologi digital yang terjangkau.
 
“Karenanya saya mendukung penandatanganan Nota Kesepahaman pada hari ini antara beberapa Universitas di Indonesia dan Universitas Nasional Pukyong,” ujar Puan.

Adapun kerja sama akademi dilakukan antara PKNU dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Mataram (Unram), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Pattimura (Unpatti).
 
Kerja sama akademik ini bertujuan untuk mengembangkan jaringan para pihak dengan koneksi nyata dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, ilmu pengetahuan-teknologi dan internasionalisasi. Para Pihak sepakat untuk mendorong kerjasama akademik melalui berbagai kegiatan.

Dalam perjanjian kerja sama itu, para pihak dapat menjalin ikatan persahabatan. Kemudian juga saling berkolaborasi akademik, melakukan pertukaran budaya dan personel (mahasiswa, cendekiawan, dan peneliti), serta memfasilitasi upaya kolaboratif lainnya yang mungkin dianggap bermanfaat bagi para pihak.

Perjanjian juga memungkinkan kerja sama di bidang khusus lainnya yang dapat disepakati bersama antara para pihak. Selanjutnya, para pihak pun diharapkan berusaha untuk membangun kemitraan kerjasama yang solid melalui kerjasama internasional di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya, dan berkontribusi pada pencapaian pembangunan berkelanjutan dari semua pihak yang bergabung dalam perjanjian ini.

“Saya ingin sampaikan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia telah melakukan banyak terobosan. Salah satunya adalah dengan mendorong kerja sama antara universitas di Indonesia dengan universitas terkemuka dunia,” jelas Puan.

Puan lantas menyinggung soal jumlah mahasiswa Indonesia yang melakukan studi di Korea Selatan di mana per tahun 2021 jumlahnya sebanyak 2006 orang. Jumlah tersebut termasuk mahasiswa Universitas Terbuka, mahasiswa Cyber Hankuk University of Foreign Studies dan mahasiswa Universitas Siber Asia (UNSIA).

Saat ini juga terdapat Asosiasi Peneliti Indonesia di Korea (APIK) yang beranggotakan 363 peneliti. Selain itu, perguruan tinggi di Indonesia telah didorong untuk melakukan kerja sama riset dengan perguruan tinggi atau lembaga riset di berbagai negara seperti  Korea dengan fokus pada bidang green and blue Economy, post-pandemic eco-tourism, Technology and Medical Device, serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
 
Puan berharap penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut akan terus mendorong semakin eratnya kerja sama pendidikan Indonesia dan Korea.
 
“Kehadiran kita semua di ruang ini dapat menjadi pendorong bagi pengembangan jaringan akademisi antara Indonesia dengan Korea khususnya untuk memajukan pendidikan keilmuan, inovasi dan teknologi,” ucap cucu Bung Karno itu.
 
Puan mengajak untuk menjadikan kerja sama yang ditandatangani saat ini sebagai momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara sivitas akademika  di Indonesia dan Korea.
 
“Saya berharap semakin banyak terbangun ´jembatan´ antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian kedua negara untuk saling bekerja sama dalam melakukan riset-riset bersama, menciptakan inovasi, serta mengembangkan praktek terbaik (best practices),” papar Puan.

“Dan saya mengajak kita bersama untuk memperkuat komitmen untuk menjadi bagian dari solusi, dan pada saat bersamaan memajukan kerja sama pendidikan antara Indonesia dengan Korea. Saya menunggu implementasi konkrit dari kerja sama ini dapat dirasakan juga oleh masyarakat kedua negara dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyatakan akan memaksimalkan kerja sama antara PKNU dan 8 universitas di Indonesia untuk kepentingan riset.

Usai penandatanganan MoU, Puan bersama rombongan dari Indonesia diajak melakukan tur PKNU Maritime Training Vessel dengan melihat kapal penelitian milik kampus tersebut di Yongho Pier. Ship training milik PKNU itu bernama ‘Baek Kyung’ dalam Bahasa Korea atau dalam Inggris ‘Moby-Dick’. Kapal ini menjadi bagian dari riset.

Puan lalu menyerahkan commemorative nameplate kepada Kapten Kapal Baek Kyung, Prof Ryu Gyungjin. Bersama dengan rombongan rektor perguruan tinggi Indonesia yang bekerja sama dengan PKNU, Puan lalu mengikuti tur di dalam kapal, termasuk melihat kamar tidur para siswa, ruang mesin, dan quarter deck yang lengkap dengan peralatan memancing.(Rnd)

Tags: KorselPendidikanPuan Maharani

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Internasional

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

by Fifi
5 March 2024

Suaranusantara.com - Media asing yang berbasis di Amerika Serikat...

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
Ramai Soal Isu Dugaan Korupsi, Ganjar Malah Sibuk Liburan bareng Istri

Ramai Soal Isu Dugaan Korupsi, Ganjar Malah Sibuk Liburan bareng Istri

5 March 2024
Ganjar Pranowo

IPW Laporkan Ganjar Pranowo ke KPK, Diduga Korupsi 100 M Lebih

5 March 2024
10 Polisi Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Jatim, Begini Kondisinya

10 Polisi Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Jatim, Begini Kondisinya

5 March 2024

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

5 March 2024
Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In