Depok, Suaranusantara.com – Panti Asuhan Wisma Karya Bakti di Bojongsari, Depok, meresmikan Agriculture Hafidz Enterpreneur School pada Jumat (4/11/2022)oleh Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono.
Agriculture Hafidz Enterpreneur School merupakan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PT Pertamina Retail dan PT Pegadaian.
Ketua Harian Panti Asuhan Wisma Karya Bakti Ibnu Ramali mengatakan ide membuat pesantren enterpreneur ini berawal dari keinginan menjadi panti asuhan yang mandiri.
“Kita tidak ingin bergantung pada bantuan atau sumbangan, tetapi ingin mandiri. Kita tidak ingin menjual air mata tetapi mau berkarya,” paparnya.
Untuk itu, pihaknya lalu memilih pertanian sebagai bidang usaha yang digeluti untuk menghidupi panti asuhan
“Alam Indonesia ini begitu subur dan kaya. Karena itu, kita melatih anak-anak bertani untuk memenuhi kebutuhan panti asuhan. Cara ini lebih baik dari pada meminta sumbangan terus,” jelas Ibnu.
Panti asuhan sekaligus pesantren ini lalu memulai mengembangkan pertanian organik.
“Kita memulai dengan apa adanya. Lama-lama banyak yang datang bantu mulai dari profesor hingga doktor pertanian. Mereka mengajarkan kita teknik pertanian,” ungkapnya.
Selain pertanian organik, pesantren mengembangkan peternakan melalui budidaya kambing dan kelinci, perikanan melalui sistem bioflok, dan pengolahan sampah composting yang menghasilkan media tanam dan pupuk cair organic (pupuk PSB bakteri fotosintesis).
“Kolaborasi BUMN yang dilakukan PT Pertamina Retail dan PT Pegadaian mewujudkan mimpi kita untuk berkarya,” tutur Ibnu.
Panti Asuhan Wisma Karya Bakti bernaung dibawah Yayasan Otto Iskandardinata.
Otto Iskandardinata adalah pahlawan revolusi yang memperjuangkan masyarakat Indonesia, khususnya di Bandung, untuk mengenyam pendidikan.
“Keluarga Otto Iskandardinata mendirikan panti asuhan ini untuk menampung warga tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan,” beber Ibnu.
Panti asuhan ini berdiri sejak 1983. Sejak ditangani oleh Ibnu dan kawan-kawan sebagai pengurus harian pada 2008, saat ini sudah ada 135 anak yang diasuh.
“Kita didik mereka mulai dari SD hingga jadi sarjana. Sekarang sudah ada yang mengajar di SMPN 25 Depok. Selain mengajar mereka membantu anak-anak di sini,” tandas Ibnu.(ADT)













Discussion about this post