Suara Nusantara – Ratusan suporter tewas dalam tragedi laga Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, Selasa (4/20/22)
Dari hasil data yang diperoleh pihak kepolisian bahwa sebanyak 125 orang yang menjadi korban meninggal dunia.
Atas insiden itu, tidak hanya merugikan korban dan keluarga, kini Indonesia berada dibawah bayang-bayang sanksi dari FIFA.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memang menyoroti tragedi tersebut. Gianni Infantion menyampaikan duka citanya kepada keluarga korban
“Dunia sepak bola sedang dihebohkan menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” ujar Gianni.
Sebelumnya, beredar dimedia sosial bahwa FIFA telah memberikan sanksi ke Indonesia dengan membekukan kompetisi selama 8 tahun, namun setelah ditelusuri ternyata FIFA belum memberikan sikapnya terhadapn kejadian di Stadion Kanjuruhan itu.
Lalu, bagaimana nasib sepak bola Indonesia atas insiden terebut serta apa sanksi yang akan diberikan oleh FIFA? Berikut adalah ulasan yang di rangkum Suara Nusantar
- Batal Menggelar Piala Dunia U-20 2023
Dengan tragedi Kanjuruhan itu, bukanlah perkara yang sulit bagi FIFA bila memberhentikan kompetisi Piala Sunia U-20 2023 yang mana Indonesia sebagai tuan rumah dengan alasan keamanan
2. Timnas Indonesia Tak Bisa Ikut Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-20
Timnas Indonesia untuk semua kelompok usia sedang berada di level top. Bukan hanya menyuguhkan permainan yang menghibur, tetapi juga selalu mampu memenangkan perandingan.
Akan tetapi insiden Kanjuruhan tidak bisa dianggap sepele karena itu menyangkut nyawa manusia. FIFA bisa saja membatalkan keikutsertaan Indonesia pada dua kompetisi tersebut.
3. Klub Indonesia Tidak Bisa Mentas di Piala AFC dan Liga Champions Asia
Sanksi merugikan lainnya ialah pelarangan tim wakil dari Indonesia untuk mengkuti turnamen AFC Cup dan Liga Champions Asia.
4. Liga 1 Tanpa Penonton
Tidak hanya Arema FC yang berpotensi tidak boleh menggelar pertandingan dengan dihadiri penonton, tetapi sanksi ini bisa saja berlaku untuk semua tim.
Jika hal ini terjadi, tentu saja akan merugikan bagi tim dari segi dukungan. Itulah beberapa sanksi yang berpotensi bisa dijatuhkan kepada Indonesia usai insiden tragis di Stadion Kanjuruhan, Malang.
5. Rangking poin FIFA Timnas Indonesia dikurangi
Seperti yang telah kita ketahui, saat ini Timnas Indonesia di FIFA telah menempati peringkat ke-155 dengan pencatatan poin sebanyak 1019.19. Dengan adanya insiden Kanjuruhan ini, amat memungkin jika poin atau ranking Indonesia di FIFA akan dikurangi.
6. Kompetisi Liga Indonesia tanpa penonton
Ibarat sayur tanpa garam, seperti itulah jadinya jika turnamen maupun liga pertandingan sepak bola di Indonesia tak ada penontonnya. Tak ada riuh dan teriakan dari penonton, bahkan mungkin tak ada selebrasi dari setiap gol yang diciptakan para pemain kepada para pendukung atau suporter setianya.
7. Klub Indonesia dilarang bermain di AFC Cup dan Liga Champion Asia
Jika ini terjadi, kemungkinannya adalah, para pemain profesional di liga Indonesia akan kembali bermain sepak bola antar kampung (tarkam) seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.
8. Pembekuan Liga Indonesia
Setelah Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sendiri telah membekukan BRI Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 selama dua pekan untuk investigasi.
FIFA bisa saja memberi sanksi pembekuan Liga Indonesia dengan waktu lebih panjang.
9. PSSI bisa dikeluarkan FIFA dari anggotanya
Pada 30 Mei 2015 lalu, keanggotaan Indonesia dicabut dari FIFA karena melanggar Pasal 13 dan 17 dari Statuta FIFA.
Sanksi FIFA tersebut dikeluarkan akibat Pemerintah Indonesia dinilai mengintervensi PSSI.
Itu adalah prediksi sanksi yang akan dikeluarkan oleh FIFA atas kejadian Stadion Kanjuruhan. (Ifn)













Discussion about this post