Suaranusantara.com – Potongan video yang berdurasi 1 menit 51 detik membuat heboh media sosial dan kalangan awak media. Video tersebut memuat pernyataan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief soal dinamika perpolitikan jelang Pilpres 2024.
Andi Arief pada video tersebut tampak sedang duduk berbicara dengan mengenakan pakaian biru muda di wawancarai seseorang. Video itu berlabel kalimat “Jiwa Demokrat”.
Dirinya kemudian membahas soal adanya dugaan penggunaan penegak hukum untuk urusan politik. Namun, tidak mendetail soal pemanfaatan penegak hukum tersebut kapan dilakukan.
“Jadi arah ke sana, memanfaatkan aparat penegak hukum, sangat mungkin bisa terjadi,” kata Andi Arief dalam video yang beredar.
Dalam video tersebut juga dirinya sempat menyinggung peluang Ketua DPP PDIP Puan Maharani maju di Pilpres 2024 mendatang. Baginya, semua pihak sebenarnya berani saja menghadapi Puan dalam Pilpres.
Namun, menurutnya, keberanian semua pihak itu akan urung terjadi, jika lawan politik mulai ditangkapi dan petinggi Parpol lain diancam.
“Kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang membuat Puan Maharani menang, semua ditangkapi saja,” tuturnya.
Setelah video pernyataan tersebut viral, Andi mencuit soal video beredar hanya ditujukan untuk pihak internal. Ia juga khawatir jika dikutip ada beberapa bagian dipotong dan akhirnya menimbulkan salah paham.
“Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip. Pertama, itu buat internal. Kedua, ada beberapa bagian yg dipotong dan bisa membuat salah paham,” cuit Andi Arief dalam Twitternya, Senin (26/9/2022).
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi lanjutan oleh Andi Arief terkait maksud lebih jelas dari pernyataannya dalam video tersebut. (ADT)













Discussion about this post