Depok, Suaranusantara.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir berbagai proyek di era presiden Jokowi sekedar “tinggal gunting pita” karena sudah dimulai lebih dulu di era Presiden SBY.
Menanggapi hal yang beredar tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu merespon singkat dan santai dalam video yang tayang di kanal Youtube Kompas TV (17/9/2022).
“Datanya mana?” ujar Adian Napitupulu
Adian pun menjabarkan kritiknya kepada AHY, yang dianggapnya memberikan data klaim yang salah.
”Ketika saya membaca pernyataan AHY terkait gunting pita Infrastruktur, seketika saya kembali merasa kasihan pada AHY. Bagaimana tidak, setelah berhenti dari TNI di usia muda lalu gagal menjadi Gubernur DKI, sekarang justru menyampaikan data yang salah tentang klaim infrastruktur.”kata Adian.
Kemudian, Adian menyarankan kepada teman-teman di Partai Demokrat untuk tidak menjerumuskan AHY dengan memberikan data yang salah.
”Saran untuk teman teman di Partai Demokrat tolong jangan jerumuskan AHY. Kan kasihan sudah sewa tempat mahal, bicara di hadapan 3.000 kader pakai sound system ribuan watt, di liput banyak media,….. eh data yang disampaikan salah total.”imbuhnya
Dalam rilis yang dibagikannya melalui elektronik, Adian memberikan contoh data yang dijadikan alat ukur untuk mengetahui waktu pembangunan, hingga selesai dan difungsikan saat ini.
Pertama Jalan Tol :
Jalan Tol yang di bangun SBY di periode 2005 hingga 2014 mulai dari konstruksi hingga gunting pita total 189,2 km. Sementara jalan tol yang di mulai konstruksi nya di pemerintahan SBY tapi di selesaikan oleh Jokowi total ada 222 km. Kalau total panjang jalan tol yang dimulai era Jokowi tahun 2015 hingga nanti 2023 total sepanjang 2.290 km.
Kedua, Bandara :
Hingga akhir 2014 Sby menyelesaikan 24 Bandara yang sebagian besar sudah dikerjakan oleh Presiden sebelum Sby. Jadi Sby hanya meneruskan sebagian lalu ikutan gunting pita, bukan membangun seluruhnya dari awal.
Sementara Bandara yang ground breakingnya dilakukan Sby tapi akhirnya diselesaikan Jokowi jumlahnya ada 7 Bandara yaitu Kertajati, Tebelian, Muara Teweh, Buntukunik, Morowali, Miangas dan Namniwel.
Adapun Bandara yang konstruksinya di mulai oleh Jokowi sejak 2015 dan akan selesai 2023 total ada 31 Bandara.
Ketiga, Bendungan :
Beberapa Bendungan di mulai konstruksinya tahun 2014 beberapa bulan sebelum masa jabatan Sby berakhir seperti, Bendungan Tentip, Raknamo, Logung, Gondang dan Pidekso. Ke 5 Bendungan ini Sby mungkin hanya sempat melakukan seremoni peletakan batu pertama saja, ya kira kira bermodal 1 sak semen dan beberapa buah batu saja. Kenapa demikian? Karena memang masa jabatan Sby di tahun 2014 secara konstitusional hanya 10 bulan saja.
Lalu berapa Bendungan yang bisa di bilang Sby berperan cukup besar walaupun juga tidak selesai? Kira kira ada 13 Bendungan saja. Itupun penyelesaiannya tetap di tangan Jokowi.
Orang mungkin bertanya, berapa bendungan yang konstruksinya di bangun Jokowi dan selesai di era periode Jokowi ? Dalam data saya dari 2015 hingga nanti 2023 total ada 39 Bendungan sementara 4 lagi diresmikan tahun 2025 bonus bagi pemerintahan berikutnya
Semoga 3 jenis infrastruktur ini cukup menjadi bukti bahwa pernyataan AHY itu tidak benar, atau kalo istilah sekarang menurut definisi versi KBBI dan Wikipedia, kebohongan itu sesuai dengan definisi Hoaks.
Kalau AHY masih butuh data nanti saya akan sampaikan data terkait infrastruktur lain yang sudah di bangun Jokowi mulai dari 316.590 km jalan desa, 1.597.529 meter Jembatan Desa, 1.474.544 unit air bersih Desa, 501.054 unit Irigasi Desa. Apa AHY perlu data lain terkait jalan nasional non tol, infrastruktur limbah, listrik, telekomunikasi, minyak, gas bumi, olah raga, pariwisata, perumahan Rakyat dan jenis jenis lain sesuai Perpres 38 tahun 2015.
Atau kalau AHY tertarik saya juga bisa sampaikan data terkait seribu lebih unit Rusun yang karena mangkrak lalu jadi seram tapi bisa sukses untuk tempat shooting Pengabdi Setan. Atau mungkin masih butuh data Hambalang juga? Perlu? (ADT)













Discussion about this post