Pandeglang – Sebanyak 15 tangki berisi air bersih dikirim Polda Banten ke Kabupaten Pandeglang untuk warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Pengiriman air bersih dipimpin langsung Kapolres Pandegang AKBP Indra Lutrianto Amstono bersama pengurus Bayangkari, ke Kampung Kubang dan Walang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran.
Puluhan ember dan jeriken berbagai ukuran milik warga sudah berjejer siap diisi.
Rupanya, mendistribusikan air bersih yang setiap tangki berkapasitas 8000 liter air menguras energi kapolres. Namun diakui Indra, hal itu terobati melihat kegembiraan warga mendapatkan air bersih yang bakal mereka digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Pegel juga rupanya, kita lihat bersama warga sangat bahagia mendapatkan bantuan air,” kata Indra sambil tersenyum.
Indra mengatakan, di Pagelaran terdapat tiga titik yang akan mendapat air bersih. Penyaluran air merupakan instruksi langsung Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir.
Tak hanya di Kecamatan Pagelaran, air bersih juga akan didistribusikan ke warga di Kecamatan Patia, namun terkendala dengan akses jembatan saat menuju lokasi.
“Namun kami akan upayakan dengan cara lain dengan cara estafet atau dengan cara lain, tetap kami upayakan untuk memberikan bantuan kepada warga yang mengalami kekeringan,” terangnya
Jumaenah, warga Kampung Kubang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran mengucapkan terima atas bantuan air yang diberikan Polda Banten.
Sejak empat bulan, ia mengaku sulit mendapatkan air, setelah sumber air yang biasa ia gunakan mengalami kekeringan.
“Sudah lama enggak ada air. Ada (sumber air yang biasa digunakan) tapi dapatnya paling juga satu bak,” katanya.
Selain Jumaenah, ada ratusan kepala keluarga lain yang mengalami nasib yang sama.
“Hampir satu desa membutuhkan air, total kepala keluarga 732,” kata Kepala Desa Surakarta, Tb Ucid Rosid.
Selama ini warga mengandalkan air Kali Cisata yang berjarak 1 Kilometer. Namun karena kondisi kotor, air tidak bisa digunakan untuk minum, hanya mencuci baju dengan diendapkan terlebih dulu.
“Warga mengambil dari kali, kurang lebih satu kilometer jauhnya dan itu harus endapkan dulu karena airnya keruh,” ucapnya.(aep/and)













Discussion about this post