Kabupaten Tangerang – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Lapas Ciangir sebagai Kawasan Agrowisata dan Edukasi.
Dua konsep tersebut bertujuan memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), di lapas yang terletak di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, pembentukan Lapas Ciangir menjadi Kawasan Agrowisata dan Edukasi untuk dapat mensukseskan open camp di lapas dengan minimum security atau tanpa pagar.
Hanya tinggal menunggu hasil asessment pembinaan kepribadian dan kemandirian yang dilakukan oleh lapas-lapas yang ada di sekitar Provinsi Banten.
“Mereka bisa mengimplementasikannya di Lapas Ciangir ini sebagai lapas dengan minimum security, tentu semangatnya adalah pemberdayaan karena visi dari pemasyarakatan adalah reintegrasi sosial yang sehat,” ujarnya.
“WBP tidak hanya dibekali dengan keterampilan tertentu tetapi mereka juga bisa menghasilkan produk, yang bernilai ekonomi dan yang bisa memberikan kepastian kepada mereka setelah keluar dari lapas untuk punya kehidupan yang lebih baik lagi,” tambah Sri.
Dengan dua konsep tersebut, diharapkan dapat mencegah tindak kriminal yang dikhawatirkan kembali diulangi dan menyebabkan gangguan di masyarakat. Karena diakui, beban negara untuk melakukan pembinaan terbilang sangat mahal.
“Pemulihan kehidupan antara WBP dan masyarakat bisa segera dibangun, dengan tujuan masyarakat mengetahui bila para WBP selama di lapas sudah diberi pembinaan, perubahan perilaku dan sudah berkontribusi kepada negara dengan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” terangnya.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan jumlah PNBP yang dihasilkan WBP dikarenakan belum ada program yang terintegrasi yang bisa dipastikan menghasilkan PNBP. Akan tetapi, untuk saat ini pilot project di seluruh provinsi dengan lapas minimum security diharapkan dapat berkontribusi lebih dari jajaran Kemenkumham.
“Lahan ini dipinjami oleh Pemprov DKI 30 hektar, dan kita inginnya dioptimalkan, tidak hanya pertanian jadi peternakan juga, perkebunan serta perikanan. Kami juga ingin ada daur ulang seperti menggunakan kotoran sapi yang bisa dijadikan energi untuk penerangan dan memasak di sini yaitu biogas, pembentukan kawasan Agrowisata dan Edukasi di sini bisa dilihat anak SD, SMP dan SMA,” papar Sri.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menambahkan, dengan lahan seluas 30 hektar, pihaknya akan maksimalkan dan akan meninjau komoditas yang cocok dengan lahan di daerah tersebut. Salah satunya tanaman holtikultura.
“Kemudian kalau persawahan saya pikir sudah digarap tinggal diperbaiki saja supaya produksinya lebih tinggi, nanti WBP akan on the job training. Karena kita sifatnya membina WBP untuk kembali ke masyarakat, dia (WBP-red) ada di sini nanti kita bina sama-sama,” jelasnya.(don/and)













Discussion about this post