Kabupaten Pandeglang – Bupati Pandeglang Irna Narulita memberikan peringatan keras kepada Dinas Pendidikan (Dindik) dan kepala sekolah (kepsek) terkait penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2019.
Maklum saja, pada pelaksanaan UN tahun 2018, nilai UN tingkat SMP di Kabupaten Pandeglang hanya 164,62, merupakan nilai yang paling rendah dibandingkan 7 daerah lainnya di Provinsi Banten.
“Saya memberikan sinyal warning keras kepada Kadisdik, kepala sekolah dan guru. Apa yang dilakukan jika hasil UN tidak ada peningkatan berarti nol hasilnya, cari tahu apa masalahnya apakah muridnya atau gurunya,” tegas Irna seusai memantau pelaksanaan UN di SMPN 3 dan 4, Senin (22/4/2019).
Pelaksanaan UN baik UNBK maupu UNKP berlangsung hingga 24 April diharapkan berjalan lancar.
“Saya minta kepada Kadisdik agar tahun ini hasil UN Kabupaten Pandeglang jangan sampai anjlok peringkatnya seperti tahun lalu,” kata Irna lagi.
Irna mengingatkan, nilai UN tak cukup membuat siswa lulus jika nilai ujian praktik tak maksimal.
“Jadi saya minta semua ujian yang dilakukan baik UN maupun ujian praktik harus maksimal, sehingga hasil akhirnya memperoleh nilai memuaskan,” harapnya.
Selain siswa dan guru, orangtua juga punya andil dalam kemajuan dunia pendidikan. Apalagi saat ini, baru 25-30% SMP di Pandeglang yang bisa melaksanakan UNBK. Salah satunya SMPN 3 yang memiliki 60 unit komputer.
“Tahun ini ada tiga sekolah yang mendapatkan bantuan komputer. Kami harap masyarakat mencintai dunia pendidikan,” tutup Irna.(aep/and)













Discussion about this post