Tangerang Selatan – Anggaran pendampingan sebesar Rp 500 juta akan digelontorkan Pemkot Tangsel di awal tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendukung oprasional satgas menekan angka kekerasan anak dan perempuan di Tangsel.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Khairani mengatakan, pihaknya di tahun 2019 telah mengajukan hibah untuk menangani masalah kekerasan terhadap anak.
“Alhamdulillah telah disetujui oleh bu wali,” ucapnya, Selasa (12/2/2019).
Anggaran tersebut, sambung Khairani, akan dipergunakan untuk anggaran operasional rutin seperti listrik, kantor, dan biaya bahan bakar. Selain itu, penggunaan anggaran tersebut juga dioergunakan petugas relawan untuk mendampingi korban.
“Besarnya sama dengan satuan harga, yaitu Rp 100 ribu per perjalanan tergantung lokasi,” tambahnya.
Khaerani menjelaskan, anggaran yang dihibahkan untuk P2TP2A diberikan setiap dua tahun sekali. Dimana pada 2018 kemarin P2TP2A tidak mendapat anggaran.
“Kita juga saat ini tengah mengusulkan agar P2TP2A untuk dibuatkan UPT djbawah dinas. sehingga tidak memerlukan hibah lagi, walaupun nanti relawannya bekerja sebagai pendamping nantinya,” imbuhnya.
Saat ini, penetapan anggaran tersebut pun telah diajukan ke pihak Provinsi untuk dilakukan peninjauan.
“Alhamdulillah kemarin sudah rapat dengan bu wali sudah di acc tinggal diajukan ke Provinsi untuk ditinjau. Kalau sudah ditinjau, berarti P2TP2A sudah UPT. Berarti dari anggaran sudah tidak ribet lagi,” pungkasnya. (ger/nji)













Discussion about this post