Tangerang Selatan – Sebanyak 7 orang dosen Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Serpong melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan berupa pelatihan Manajemen Pengelolaan Usaha Mikro yang dilaksanakan di RT 01/01, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM.
Ketua Tim, Isroni mengharapkan, kegiatan ini sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi sehingga mahasiswa dapat meningkatkan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat.
“Pengabdian masyarakat itu bentuknya banyak yang terpenting adalah tepat sasaran, serta mampu membawa dampak baik dan pengaruh positif di masyarakat. Dan kali ini bentuknya adalah pelatihan manajemen pengelolaan usaha mikro,” katanya ketika dihubungi, Jumat (7/2/2019).
Isroni mengatakan, usaha mikro mempunyai potensi yang sangat besar, menurut Badan Pusat Statistik dan United Population Nation Fund memprediksi jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah pada 2018 di Indonesia mencapai 58,97 juta orang. Dengan jumlah tersebut peran usaha mikro kecil dan menengah dalam perekonomian nasional sangat besar. Dalam bidang tenaga kerja usaha mikro sangat tinggi dalam menyerap jumlah tenaga kerja.
“Besarnya kontribusi usaha mikro tentu akan mendorong semua pihak untuk ikut terlibat di dalamnya agar usaha mikro tetap bertahan dan terus berkembang,” ujar dosen Manajemen Informatika ini.
Ninuk Riesmiyantiningtias, salah satu anggota tim dosen menambahkan, pada umumnya para pelaku usaha mikro mengalami berbagai kendala untuk bisa berkembang. Beberapa kendala yang dihadapai diantaranaya adalah masalah permodalan, marketing dan pengelolaan usaha mikro kecil belum dilakukan secara baik.
“Beberapa faktor penyebabnya adalah pengetahuan pelaku usaha mikro kecil tentang manajemen pengelolaan yang masih minim,” ungkapnya.
Isroni berharap dengan diadakannya pelatihan ini peserta dapat memahami tentang usaha kecil dan teknik-teknik mengembangkannya agar menjadi usaha yang kuat dan terjamin kelangsungan hidupnya.
“Peserta pelatihan mampu memahami dan melakukan manajemen pemasaran bagi usaha mikro, mampu memahami dan melakukan manajemen keuangan pada usaha mikro,” imbuhnya.
Maya, salah satu peserta mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan tersebut dirinya mengaku dapat ide-ide baru tentang peluang dalam penjualan.
“Yang penting saya akan mengelola usaha lebih disiplin,” ujar pengusaha toko klontong ini. (ger/aul)













Discussion about this post