Kota Tangerang – PT Cipta Sumber Mas yang merupakan pengembang perumahan Samawa Village Sepatan Timur menggelar acara serah terima kunci perdana dan penandatanganan draft Akte Jual Beli pada konsumennya, Minggu (27/1/2019).
Mengusung tema Rumahku Surgaku, perumahan tersebut menghadirkan hunian dengan konsep syariah. CEO PT Cipta Sumber Mas Dery Suandi mengatakan, latar belakang pihaknya menghadirkan hunian dengan skema syariah karena keprihatinannya melihat sulitnya masyarakat untuk mendapatkan hunian.
“Kami dulu bergerak di dunia properti internasional kemudian ada banyak masyarakat yg gak terbantu memiliki rumah sendiri dengan skema2 konvensional karena mereka yg income atau gagal dalam proses BI Checking,” ucapnya ketika ditemui Suara Nusantara di GWR.
Dery mengatakan, tingginya kebutuhan akan hunian membuat hak masyatakat untuk mendapatkannya semakin sulit. Terlebih kebutuhan akan sandang merupakan salah satu indikator bagi warga negara untuk mendapatkan kesejahteraan. Kesulitan tersebut, sambung Dery disebabkan oleh bank konvensional dikendalikan oleh skema perbankan yang memiliki standar administrasi yang perhitungannya menggunakan siatwm riba.
“Nah butuh ada solusi lain, alhamdulilah ternyata islam trlah melengkapi dirinya dengan sebuah sistem mualamalah yg sempurna sehingga sistem muamalah. Dengan islam bisa menjadi pilihan kredit 10 tahun yg tanpa melibatkan pihak perbankan tanpa ada bunga tanpa denda tanpa sita maka mampu menjadikan pengembangan dakwah bagi setiap keluarga di indonesia,” tambahnya.
Menurutnya, kehadiran skema syariah menuai respon positif dari masyarakat khususnya bagi yang beragama islam. Dimana umat muslim di indonesia ini seperti doa yg dijawab.
“Bagi masyarakat yang selama ini benar-benar ingin punya rumah namun kemampuan uang muka terbatas ini merupakan sebiaj solusi. Ini kaya sebuah arus yg mulai ngalir lagi dan kami diterima hampir semua kelompok masyarakat,” imbuhnya.
Ia pun mengatakan, konsep Perumahan berbasis syariah ini merupakan salah satu angin segar untuk masyarakat muslim di Indonesia khususnya di Tangerang.
“Jadi skrng masyarakat muslim di indonesia khususnya Tangerang banten ini sudah punya solusi bagi yang tidak punya slip gaji karyawan kontrak yang gagal sudah bisa punya rumah sendiri berkumpul sama orang saleh dan menjadikan kehidupan dalam rumah menjadi benteng benteng tauhid keluarganya,” tambahnya.
Untuk diketahui, dilahan seluas 7,8 ha ini dibangun 1.200 rumah, 700 unit rumah di tahap perama telah selesai dibangun. Berbagai macam tipe dihadiekan mulai dari tipe 30/60 yang terdiri daei 2 kamar tidur. (ger/aul)













Discussion about this post