Kota Tangerang – Mediasi antara pihak Dinas Perhubungan dan Perwakilan supir Angkutan Kota R09 dan R11 berakhir deadlock, Senin (15/10/2018).
Pasalnya, baik pihak Dinas Perhubungan maupun Perwakilan Supir Angkot saling tetap mempertahankan pendapatnya masing-masing.
Mediasi yang dimediatori oleh DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto tersebut tidak menghasilkan solusi bagi kedua belah pihak.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman mengatakan, pihaknya telah menawarkan solusi berupa adanya angkot subsidi yang ada di Kota Tangerang.
“Saya mencoba menyampaikan solusi berupa adanya angkot subsidi untuk kesejahteraan angkot, mereka minta waktu 7 hari, tapi mereka minta BRT jangan masuk ke terminal Cibodas dulu,” ujarnya.
Saeful mengatakan, pihaknya tidak bisa merubah rute BRT selama tidak ada revisi Perwal 550:2017 yang mengatur mengenai rute BRT Koridor 2 dari Terminal Poris Plawad ke Terminal Cibodas.
“Selama waktu tunggu itu, mereka minta agar BRT tidak masuk ke Terminal Cibodas, hanya sampai Palem Semi, saya tidak bisa, karena saya hanya pelaksana tugas,” tandasnya.
Untuk diketahui, ratusan supir angkot R09 dan R11 melakukan aksi unjuk rasa untuk yang ketiga kalinya. Aksi tersebut untuk menuntut BRT Kota Tangerang tidak masuk ke wilayah Perumnas Karawaci. (aul/nji)












