Kota Tangerang – Puluhan stand milik OPD dan UMKM berjejer di Festival Cisadane 2018, berbagai macam stand tersedia mulai dari makanan, pakaian, hingga pameran foto atas capaian dinas-dinas di Kota Tangerang.
Namun, ada yang berbeda di stan milik Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Disini, disediakan edukasi bagaimana mendaur ulang limbah agar lebih bermanfaat.
Stand yang berada di samping kiri panggung utama tersebut, diisi oleh para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang terhimpun dalam UKM Kecamatan Batuceper.
“Kita tidak buka pelayanan, tapi kami mengajak para pengunjung belajar bersama, seperti membuat bros, dan belajar bagaimana cara membuat tas dan topi dari daur ulang dari limbah bungkus kopi,” ujar Dian Astuti Ketua UKM Kecamatan Batuceper, Selasa (28/8/2018).
Selain mengajak masyarakat untuk mendaur ulang limbah, stan tersebut juga menjual berbagai macam produk yang dimiliki para pelaku UKM Kecamatan Batuceper.
Berbagai produk pun khas Kecamatan Batuceper dijajakkan yang bisa dijadikan oleh-oleh para pengunjung.
“Disini menjual produk UKM, ada tas daur ulang dari bungkus kopi, topi daur ulang dari bungkus kopi atau bisa disebut handmate, kerupuk gendar, minuman segar, soda rifreas beras kencur, minum-minuman kesehatan, ada biji ketapang, akar kelapa, terus ada bross dan semprong yang khas-khas tangerang,” terangnya
Dian menambahkan, berbagai produk yang dijual stan Kecamatan Batuceper tersebut merupakan hasil kerajinan tangan para pelaku UKM meskipun ada beberapa produk yang bukan hasil kerajinan tangan.
“Yah intinya kami ingin mengenalkan produk kerajinan tangan dari UKM yang terhimpun. Dan juga ingin memberikan wawasan kepada masyarakat lainnya bahwa limbah bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat,” tukasnya. (ahmad/yogi)












