Kota Tangerang – Hampir 100 persen penduduk kota Tangerang telah mengikuti program pemerintah pusat yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Namun, masyarakat masih belum sepenuhnya memahami kegunaan pelayanan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut.
“Kita melihat masih banyak yang belum terlalu paham, yang bertanya-tanya mengenai bagaimana menggunakan kartu JKN ini,” ujar Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Tangerang Elfanetti saat sosialisasi JKN di kantor PGRI, Kota Tangerang, Rabu (18/7/2018).
Elfanetti menuturkan, pemerintah melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menggencarkan sosialisasi JKN kepada penduduk kota Tangerang dan kota Tangerang Selatan. Menurutnya, masyarakat harus disuguhkan pemahaman kegunaan pelayanan kesehatan ini secara signifikan.
“Karena masyarakat kita tidak langsung paham. Harus disampaikan berulang-ulang,” katanya.
Yang menjadi pertanyaan para pengguna adalah, lanjut Elfanetti, masyarakat kerap kebingungan untuk mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan terutama di rumah sakit.
“Seperti ditolak atau pelayanan kurang baik dan diminta uang. Itu yang dirasakan nah ini dikordinasikan lagi sama kita,” tuturnya.
Sementara Anggota Komisi IX DPR RI, Marinus Gea mengungkapkan pihaknya terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang fungsi dari BPJS itu sendiri.
“Dalam sosialisasi ini masyarakat sudah tau tentang BPJS tapi masih banyak prosedur yang tidak bisa dipahami. Masih banyak juga temuan kenakalan oknum mulai dari proses pendaftaran,” imbuhnya.
“Ini sangat bermanfaat ketika melihat antusias para peserta sehingga mereka menambah pengetahuan. Tadi saya sampaikan bahwa yang ditanggung oleh pemerintah itu sebesar 92,4 juta penerima iuran bantuan tapi faktanya belum terinterusi dengan baik,” ungkap Politisi PDI Perjuangan itu. (akim/nji)












