
Nias Selatan-SuaraNusantara
Per 30 November 2017 harusnya pembangunan hotmix Jalan Lahusa-Gomo sepanjang 6 Km yang berbiaya Rp 10 miliar dari DAK Nias Selatan Tahun Anggaran 2017 telah rampung. Namun pengerjaan hotmix jalan tersebut ternyata tidak selesai tepat waktu.
Kepada SuaraNusantara, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Nias Selatan Arsen Halu, yang juga bertindak sebagai PPK mengaku telah memperpanjang limit waktu pekerjaan kepada rekanan.
“Kita sudah kasih dispensasi waktu kepada rekanan hingga 14 hari ke depan untuk menyelesaikan pekerjaan hotmix Jalan Lahusa Gomo,” kata Arsen Halu, Jumat (01/12/2017) kepada SuaraNusantara, lewat selular.
Pembangunan hotmix Jalan Lahusa Gomo dikerjakan oleh PT Netralindo Jaya Mandiri (NJM). Sebelumnya Dinas PUPR Nias Selatan telah memberi Surat Peringatan (SP) 1 dan 2 karena belum melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja (mulai bulan Juli 2017) yang baru mengerjakan pekerjaan sekitar bulan September 2017 (pemasangan Bas).
“Memang kemarin kita sudah kasih ke mereka (NJM) surat SP 1 dan 2 karena belum bekerja, tapi sekarang mereka sudah bekerja. Tapi karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung makanya kita kasih mereka perpanjangan waktu,” jelas Arsen Halu.
Dari pantauan di lapangan, tampak di lokasi pemasangan Bas yang terus dilakukan. Dari 6 Km yang ditargetkan sesuai kontrak kerja, baru sekitar 3 Km yang baru dikerjakan oleh rekanan. Artinya masih tersisa 3 Km lagi yang harus dikerjakan selama 14 hari ke depan.
Arsen Halu mengaskan bila pengerjaan Jalan Lahusa Gomo tak selesai sesuai limit waktu, maka kepada PT Netralindo Jaya Mandiri akan diberi sanksi berupa pemutusan kontrak atau denda.
Terkait hal itu, salah seorang warga sekitar Ama Lisda Laia tak yakini rekanan dapat menyelesaikan sisa pekerjaan itu tepat waktu
“Saya sih bukan ahli dalam bidang ini (pengaspalan), tapi dengan mengerjakan yang sisa tersebut saya tak yakin dengan limit waktu yang diberikan. Pengaspalan yang 3 Km ini saja sudah beberapa minggu mereka kerjakan,” Â kata Laia.
Ama Lisda Laia merasa kecewa karena pengerjaan Jalan Lahusa Gomo ini tidak tepat waktu.
“Tahun kemarin tak rampung dan putus kontrak, dan kalau tahun ini tidak rampung lagi tepat waktu saya sebagai masyarakat merasa kecewa,” ungkapnya pasrah.
Penulis: Wilson Loi












