
Nias Selatan-SuaraNusantara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara tinjau lokasi tanah longsor di Desa Hili’amaetaniha Kecamatan Luahagundre Maniamölö Nias Selatan, Rabu Senin (13/11/2017).
Tanah longsor akibat hujan lebat beberapa waktu lalu, beberapa rumah di Desa Hili’amaetaniha mengalami keretakan dan pergeseran rumah warga setempat. Ada 22 rumah yang mengalami kerusakan yakni 15 rumah rusak berat, 5 rumah rusak sedang dan 2 rumah rusak ringan. Ke 22 rumah yang rusak ini dihuni oleh 31 kepala keluarga.
Saat ini warga yang rumahnya mengalami kerusakan terpaksa mengunsi di halaman Desa dengan menggunakan tenda alakadarnya dan diperbantukan oleh BPBD Nias Selatan.
Kondisi ke 22 rumah warga yang rusak parah dan tidak layak dihuni. Pondasi rumah sudah miring ditambah lagi ruang tengah hingga dapur rumah terbelah sedalalam 2 meter dan miring ke belakang rumah ke arah jurang. Tidak hanya itu, lantai rumah juga sudah pada hancur.
Enoni Hulu Kepala Desa Hili’amaetaniha, mengatakan warga pengungsi membutuhkan selimut serta bahan makanan sehari-harinya dan tambahan tenda untuk berlindung (tempat tinggal sementara).
“Kita memohon bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi serta pihak lainnya yang tergerak hatinya untuk bisa bersama dengan masyarakat atas musibah yang dialami sehingga semua bantuan penanggulangan yang diperoleh dari semua pihak dapat dirasakan”. Pintanya
Kepala Pusat Pengendalian Operasional BPBD Provinsi Sumatera Utara, Abdul Wahid menyampaikan bahwa saat ini provinsi bergantung kepada Nias Selatan, untuk sementara ini provinsi masih melakukan pendampingan menunggu surat pernyataan Bupati bahwa benar-benar terjadi bencana.
“SKPD provinsi nantinya mendata apa yang dibutuhkan misalnya kebutuhan sandang pangan dimana BPDB provinsi akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi mudah-mudahan dengan surat ini nanti bisa turun dari provinsi ke Nias Selatan”. Jelas Abdul Wahid
“Kita mengalami kendala dalam pengadaan tenda, dari transportasinya. Ini nanti akan kita disikusikan bagaimana kebijakan dari Pak Gubernur bagaimana supaya dibantu. Tenda kalau di pesawat kita tidak bisa bawa harus darat. Sebenarnya BPBD banyak tenda, tetapi kita semua pakai untuk arsip kita”. Tambah Abdul
Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Nias Selatan, Anselmus Dakhi meminta Kepala Desa untuk menyiapkan data-data kerusakan yang terjadi untuk segera disiapkan yang kemudian diteruskan kepada Camat dan oleh Kepala Daerah akan menandatangani surat pernyataan tersebut untuk segera ditindaklanjuti di tingkat provinsi.
“Kita berharap secepatnya nanti data-data yang dibutuhkan itu sudah lengkap, pernyataan dari kepala daerah, kemudian surat data-data berapa kerusakan-kerusakan yang terjadi itu segera disiapkan dan ditindak lanjuti”. Tukas Ansemus Dakhi
Pada kunjungan/peninjauan BPBD Provsu ini, turut Hadir Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danramil Telukdalam, Lanal Nias serta beberapa stake holder lainnya.
Penulis: Wilson Loi












