
Nias Selatan-SuaraNusantara
Puluhan rumah di Desa Hili’amaetaniha Kecamatan Luahagundre Maniamölö Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara retak-retak dan begeser dari posisi sebelumnya akibat longsor yang disebabkan curah hujan beberapa waktu lalu.
Puluhan puluhan warga yang dilanda bencana ini melakukan pengungsian tidak jauh dari rumahnya (halaman Desa) dengan menggunakan tenda ala kadarnya dan diperbantukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nias Selatan.
Kepala Hili’amaetaniha Enoni Hulu mengatakan kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu (8/11/2017) malam.
“Kejadianya pada hari Rabu malam tanggal 8 November 2017. Ada sekitar 22 rumah yang rusak (15 rumah rusak berat, 5 rumah rusak sedang dan 2 rumah rusak ringan)”. Ungkap Enoni kepada media, Senin (13/11/2017)
Lebih lanjut Enoni Hulu menjelaskan ke 22 rumah yang dihuni 31 kepala keluarga ini sudah tak layak pakai lagi.
“Ke 22 rumah tersebut sudah tak layak pakai lagi. Karena rumah tersebut rata-rata retak dan bergeser dari dari posisi sebelumnya. Namun pada longsor ini tidak ada korban jiwa (meninggal)”. Jelas Enoni Hulu
Desa dengan jarak tempuh sekitar 8 KM dari Kota Telukdalam atau sebelum dari Pantai Lagundri. Saat ini, kata Enoni Hulu warga pengungsi membutuhkan selimut serta bahan makanan sehari-harinya dan tambahan tenda untuk berlindung (tempat tinggal sementara).
“Kita memohon bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi serta pihak lainnya yang tergerak hatinya untuk bisa bersama dengan masyarakat atas musibah yang dialami sehingga semua bantuan penanggulangan yang diperoleh dari semua pihak dapat dirasakan”. Pintanya
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Selatan Anselmus Dachi kepada sejumlah menyatakan bahwa sejak tanggal 8 November yang lalu pihaknya sudah melakukan penanggulangan awal bekerjasama dengan Kepala Desa dan aparat desa dengan membuat tenda pengungsian.
“Kami (BPBD) sudah melakukan tindakan pada hari pertama dengan bekerjasama kepada kepala desa dan aparat desa membuat tenda untuk pengungsian. Kami juga sudah melaporkan langsung ke provinsi untuk mendapatkan bantuan tambahan”. Tutur Anselmus Dachi.
“Kita juga telah memberikan bantuan berupa beras, mie instan dan bahan sembako lainnya”. Tambahnya
Untuk saat ini korban bencana tanah longsor di Desa Hiliamaetaniha juga sudah mendapatkan bantuan dari Koramil Teluk Dalam dan RS Stella Marris Teluk Dalam.
Penulis: Wilson Loi












