
Semarang-SuaraNusantara
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berusaha mengembalikan fungsi Danau Rawa Pening tidak hanya melalui pembersihan eceng gondok, dan mengembangkan kawasan sekitarnya menjadi tujuan wisata kebanggaan Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
“Penanganan danau dilakukan dengan serius, karena memberikan manfaat yang sangat besar. Biaya penanganannya lebih murah dibandingkan pembangunan bendungan baru. Danau atau waduk bila didiamkan akan mati karena proses alami seperti terjadinya sedimentasi. Apa yang kita lakukan untuk memperpanjang umurnya,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Ambarawa, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Kawasan yang akan dikembangkan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya yakni Bukit Cinta sebagai salah satu lokasi favorit wisatawan di Danau Rawa Pening. Melalui bukit itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan elok danau, khususnya saat sore. Bukit ini juga menjadi favorit pengunjung untuk swafoto terlebih adanya wahana Gembok Cinta.
Memasuki kawasan danau, pengunjung juga dapat memancing ikan, berperahu mengelilingi danau melihat eloknya pemandangan Gunung Merbabu serta Gunung Telomoyo. Selain pariwisata, danau ini memiliki peran penting sebagai sumber air bagi irigasi, pembangkit listrik di Sungai Tuntang, perikanan air tawar, dan pengendalian banjir.
Penataan yang akan dilakukan mulai dari bangunan pintu masuk, perbaikan dermaga, plaza dermaga, pedestrian, ruang terbuka hijau Bukit Cinta, dan drainase.
Di samping itu akses menuju Danau Rawa Pening nantinya juga akan semakin cepat dan mudah dengan kehadiran beberapa proyek jalan seperti pembangunan jalan tol Bawen-Magelang-Jogja, peningkatan kualitas jalan kawasan metropolitan Jogja-Solo-Semarang (Joglo Semar), peningkatan jalan lingkar rawa, pengembangan kawasan dan desa wisata Bukit Cinta dan sekitar danau.
Kontributor: Maryono












