
Nias Selatan-SuaraNusantara
PT. Netral Lindung Jaya Mandiri adalah perusahaan pemenang tender proyek pembangunan Jalan Lahusa Gomo sepanjang 4 KM dengan pagu Rp 10 miliar. Namun proyek tersebut hingga kini belum dikerjakan oleh rekanan dengan alasan belum beroperasinya AMP yang ada di Sa’ua Telukdalam.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Pekerjaan Umum (PU) Nias Selatan, Arsen Halu, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/8/2017).
“Dia (PT. Netral Lindung Jaya Mandiri) beralasan karena belum beroperasinya AMP yang ada di Sa’ua Telukdalam,” ungkap Halu.
Proyek Jalan Lahusa Gomo telah dilelang sejak bulan Juni 2017 lalu, namun tak kunjung dikerjakan oleh pihak rekanan (kontraktor). Peroperasian AMP sebenarnya bukanlah sebuah alasan pengerjaan Jalan Lahusa Gomo, karena selain AMP yang sedang dibangun di Sa’ua juga ada AMP lain yang ada di Nias Selatan yakni AMP yang berlokasi di Kecamatan Gomo.
Arsen Halu menyampaikan, pihaknya telah menyurati rekanan dan mendesak rekanan untuk segera mengerjakan proyek tersebut.
“Kita sudah menyampaikan surat peringatan kepada rekanan. Namun katanya masih tetap menunggu sampai AMP itu beroperasi,” jelas Halu.
Salah seorang warga setempat, Seiman Lase, menilai seharusnya Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bersikap tegas kepada rekanan yang mengabaikan kontrak kerja.
“Pemerintah seharusnya bersikap tegas terhadap rekanan yang mengabaikan kontrak kerja dengan Pemda,” tegas Seiman.
Seiman berharap Pemkab Nias Selatan sesegera mungkin membangun Jalan Lahusa Gomo demi mendorong pembangunan dan laju perekonomian di wilayah tersebut. Hal itu juga merupakan bagian dari janji kampanye politik pemerintah saat itu.
“Sebagai masyarakat, kami berharap Jalan Lahusa-Gomo segera dibangun oleh Pemkab Nisel demi mendorong laju perekonomian masyarakat. Jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di 9 kecamatan,” harapnya.
Penulis: Wilson Loi












