Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Peristiwa

Mengenang PT. Nyonya Meneer, Pionir Jamu yang Dinyatakan Pailit

Suara Nusantara by Suara Nusantara
4 August 2017
in Peristiwa
Reading Time: 2 mins read
A A
Foto: Internet

Foto: Internet

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

    Foto: Internet

Jakarta-SuaraNusantara

Gara-gara tidak sanggup membayar hutang yang mencapai sebesar Rp 89 miliar, Pengadilan Negeri Semarang menyatakan PT Nyonya Meneer pailit. Keputusan ini mengagetkan banyak pihak, khususnya penggemar jamu di tanah air.

Sejarah jamu Cap Portret Nyonya Meneer memang begitu panjang dan penuh kenangan. Berdiri sejak tahun 1919, dua tahun lagi perusahaan ini akan genap berusia satu abad.

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Tak disangka, perjalanan perusahaan jamu yang berpusat di Semarang, Jawa Tengah, dan sempat menjadi salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia, ternyata mengalami hambatan serius. Entah apakah pewaris perusahaan keluarga itu bakal mampu menjalankan perusahaan ini kembali.

Melihat foto perempuan memakai kebaya yang menjadi ikon jamu tersebut, dan mengingat bahwa racikan jamu Nyonya Meneer semuanya berbahan baku rempah-rempah khas Indonesia, masyarakat mungkin mengira bahwa jamu Nyonya Meneer awalnya dibuat oleh orang Jawa.

Namun dugaan itu salah besar karena peracik jamu Nyonya Meneer adalah perempuan Tionghoa bernama Lauw Ping Nio yang lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1895.

Sejak kecil, Lauw Ping Nio dipanggil dengah sebutan Menir, yaitu sisa butir halus penumbukan padi. Konon, ketika Lauw Ping Nio masih dalam kandungan, ibunya sering ngidam makan beras menir sehingga pada waktu bayi yang dikandungnya lahir diberi julukan Menir. Karena pengaruh ejaan Belanda, ejaan Menir berubah menjadi Meneer.

Lauw Ping Nio merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia menikah dengan pria asal Surabaya, dan kemudian setelah menikah, mereka pindah ke Semarang.

Dikutip dari berbagai sumber, terutama dari njonjameneer.com dan Wikipedia, berdirinya pabrik jamu ini bermula ketika suami Lauw Ping Nio jatuh sakit pada awal dekade 1900-an. Beragam obat dari dokter sudah diberikan kepada suaminya, namun penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.

Di tengah keputusasaannya, Lauw Ping Nio kemudian mencoba meramu jamu Jawa yang pernah diajarkan orang tuanya, ternyata penyakit suaminya sembuh. Sejak saat itu, Lauw Ping Nio yang oleh masyarakat sekitar dipanggil Nyonya Meneer, menjadi terpacu untuk memperdalam kemampuan meramu jamu Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Pada tahun 1919 atas dorongan keluarga berdirilah jamu Cap Portret Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri jamu terbesar di Indonesia. Selain mendirikan pabrik jamu, Ny Meneer juga membuka toko jamu di Jalan Pedamaran 92, Semarang. Perusahaan keluarga ini terus berkembang dengan bantuan anak-anaknya yang mulai besar.

Ia mencantumkan nama dan potretnya pada kemasan jamu yang ia buat dengan maksud membina hubungan yang lebih akrab dengan masyarakat yang lebih luas. Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas penjualan ke kota-kota lain di sekitar Semarang.

Pada tahun 1940 melalui bantuan putrinya, Nonnie, yang hijrah ke Jakarta, berdirilah cabang toko Nyonya Meneer, di Jalan Juanda, Pasar Baru, Jakarta. Perusahaan Nyonya Meneer kemudian berkembang pesat setelah dikelola oleh anak Lauw Ping Nio yang lain, Hans Ramana.

Nyonya Meneer meninggal dunia tahun 1978, generasi kedua yaitu anaknya, Hans Ramana, meninggal terlebih dahulu pada tahun 1976. Operasional perusahaan kemudian diteruskan oleh generasi ketiga yakni kelima cucu Nyonya Meneer.

Sayangnya, pada kurun tahun 1984 sampai 2000-an, perusahaan ini sempat mengalami masalah internal. Mulai dari perebutan kekuasaan hingga tuntutan pemberian tunjangan hari raya dan pemogokan buruh. Menaker Cosmas Batubara saat itu sampai ikut turun tangan. Sebab, pertikaian antar keluarga sudah melibatkan ribuan pekerja di perusahaan itu

Perpecahan kemudian terjadi ketika kelima cucu ini menjatuhkan pilihan untuk berpisah. Kini perusahaan murni dimiliki dan dikendalikan salah satu cucu Nyonya Meneer yaitu Charles Saerang. Sedangkan keempat orang saudaranya, setelah menerima bagian masing-masing, memilih untuk berpisah.

Puncak kejayaan perusahaan jamu Nyonya Meneer terjadi pada dekade 1990-an dan berlanjut ke dekade 2000-an. Pada tahun 2006, Nyonya Meneer berhasil memperluas pemasaran jamu ke Taiwan, setelah sebelumnya berhasil memasuki Malaysia, Brunei, Australia, Belanda dan Amerika Serikat. Total penyebaran jamu Nyonya Meneer telah merambah ke 12 negara.

Produk-produknya yang terkenal di pasar antara lain Galian Putri, Jamu Sariawan, Amurat, Sakit Kencing, Sehat Wanita, Pria Sehat, Galian Rapet, Bibit (jamu supaya hamil), Mekar Sari, Galian, Jamu Habis Bersalin, Awet Ayu, Gadis Remaja, Susut Perut, Bikin Gemuk, Jamu Langsing, Wasir, dan Minyak Telon.

Kini sang Nyonya Meneer terancam tinggal kenangan. Entah apakah perusahaan tersebut akan gulung tikar dan menghentikan produksinya, ataukah mereka mampu bertahan dan keluar dari lilitan krisis ini.

Yang jelas, Nyonya Meneer yang dulu perkasa kini telah goyah. Berdiri sejak tahun 1919, mungkin membuat sang nyonya merasa lelah.

Penulis: Yon K

 

 

 

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya
Peristiwa

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Seorang turis perempuan bernama Fernanda menjadi korban pemerkosaan...

Ramai Soal Isu Dugaan Korupsi, Ganjar Malah Sibuk Liburan bareng Istri
Lifestyle

Ramai Soal Isu Dugaan Korupsi, Ganjar Malah Sibuk Liburan bareng Istri

by Fifi
5 March 2024

Suaranusantara.com - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo sibuk...

Ganjar Pranowo

IPW Laporkan Ganjar Pranowo ke KPK, Diduga Korupsi 100 M Lebih

5 March 2024
10 Polisi Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Jatim, Begini Kondisinya

10 Polisi Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Jatim, Begini Kondisinya

5 March 2024
Ilustrasi pembunuhan

Kisah Cinta yang Berujung Tragedi, Berikut Fakta Pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputri

4 March 2024
Polisi Tangkap Dua Pemuda Perampok Minimarket di Cisauk

Riski Amelia Ditangkap Terkait Pelarian 16 Tahanan di Polsek Tanah Abang

22 February 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In