
Nias – SuaraNusantara
Salah satu program yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia ADP Nias adalah program Pengembangan Kelompok Kreatif Remaja atau dikenal dengan istilah life skill. Program ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan remaja yang mampu berdaya saing, menghasilkan para pemuda yang handal, berwirausaha dan inovatif. Beberapa program life skill tersebut diantaranya adalah life skill menjahit, tata boga, tata rias, pembuatan krans bunga dan budidaya tanaman muda. Kelompok life skill yang sudah terbentuk ada sebanyak 21 kelompok bekerja sama dengan gereja dan sekolah sebagai wadah yang memayunisasi kelompok life skill tersebut.
Untuk mengetahui sejauhmana program tersebut telah berkembang di masyarakat, WVI ADP Nias mengadakan evaluasi kepada seluruh peserta dan pendamping kelompok di Hotel Nias Palace, pada hari Sabtu (8/7). Dari 21 kelompok yang terbentuk, ada 18 kelompok life skill yang mengikuti kegiatan evaluasi. Pada kegiatan ini, seluruh peserta mempersentasikan laporan kegiatan dan hasil karya dari program yang telah diikuti selama ini seperti baju, rok, gaun dan pakaian pria yang merupakan hasil jahitan dari peserta itu sendiri.
Manager WVI ADP Nias, Marcell Sinay dalam arahannya mengatakan bahwa anak-anak harus bisa mengembangkan life skill dan saling belajar untuk memperkaya ilmu dengan kelompok life skill lainnya. Beliau juga menghimbau kepada pengurus gereja dan guru yang mendampingi kelompok untuk tetap mendukung anak-anak dalam mempengaruhi perkembangan anak-anak ke depan, sehingga mereka bisa menjadi anak-anak yang kreatif dan inovatif.
“Kegiatan life skill menjahit sangat berdampak bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan hidup sehingga kelak mereka bisa mandiri. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini juga semakin bertambah, dari yang berjumlah 10 orang menjadi 15 orang. Ke depan akan dibentuk usaha konveksi seperti penjahitan pakaian anak sekolah ” ucap Bapak Eliaki Telaumbanua sebagai Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho, sekaligus sebagai Majelis Jemaat BNKP Siona Desa Mazingo Tanase’o.
Pada akhir kegiatan seluruh peserta membuat rencana tindak lanjut yang akan di lakukan selama 3 bulan ke depan dan juga rencana tahunan jangka panjang sebagai panduan dalam mengembangkan kelompok life skill tetap berkelanjutan. Salah satu tindak lanjut para peserta adalah meningkatkan keterampilan yang ada baik dalam segi estetika dan ekonomis sehingga menjadi entrepreneur muda ke depan. Bangun 3 jam sebelum jam kerja, memiliki target harian, tidak pernah berhenti belajar, tidak takut gagal, menambah jaringan pertemanan serta lebih banyak membaca dari pada menonton TV ucap Dominiria Hulu dalam menyemangati seluruh peserta untuk meraih kesuksesan. (Linda BB)












