
Nias Selatan-SuaraNusantara
Pemerintah Kabupaten Nias Selatan membuka lahan produktif kurang lebih 19 ribu hektar di beberapa kecamatan. Hal itu sebagai upaya Nias Selatan menuju swasembada pangan.
“Penggalangan kita dalam mencapai swasembada pangan terus kita lakukan. Saat ini kita sudah buka lahan sekitar 19 ribu hektar,” tutur Bupati Nias Selatan Hilarius Duha saat Panen Padi Bersama di Desa Hililaza Telukdalam Nias Selatan, Kamis (8/6/2017).
Pada lahan 19 ribu hektar tersebut telah dilakukan penanaman jagung, cabe, sayur, padi dan lainnya. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, tentunya akan dilakukan perbaikan-perbaikan irigasi yang memadai terutama pada persawahan.
“Musim penanaman kita kan berbeda-beda, kebanyakan tergantung pada curah hujan. Tentu masing-masing wilayah berbeda. Pada lahan yang 19 ribu hektar tersebut kita telah melakukan penanaman tanaman,” ungkap Hilarius.
Pembukaan lahan ini, lanjut Hilarius Duha, akan mampu memenuhi kebutuhan pokok daerah sehingga tidak ada ketergantungan kebutuhan impor dari luar Nias Selatan.
“Untuk pemenuhan kebutuhan daerah sudah dapat tercukupi. Target kita maksimal bisa ekspor,” pungkasnya.
Hilarius menuturkan faktor kekurangan dalam bidang pertanian terutama pada kalangan masyarakat, banyak disebabkan minimnya sumber Daya Manusia yang mempuni. Sehingga peningkatan daya saing maupun hasil produk pertanian itu minim dan tidak berkembang secara signifikan.
“Kelemahan kita kan karena SDM yang kurang. Selain itu faktor infrakstruktur juga harus diperbaiki agar masyarakat mudah mengangkut dan menjual hasil produk taninya,” tuturnya.
Sebelumnya Plt. Kadis Pertanian Firman Giawa menyampaikan Pemkab Nias Selatan gelontorkan anggaran sekitar Rp 7 Miliar dalam pencapaian swasembada pangan ini. Bahkan di setiap kecamatan diplotkan anggaran sebasar Rp 200 juta untuk membuka lahan mati menjadi lahan produktif.
“Untuk menargetkan swasembada itu Pak Bupati anggarkan Rp 7 miliar terutama (untuk) pembukaan lahan tidur,” kata Firman Giawa kepada SuaraNusantara saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu
Penulis: Wilson Loi












