
Nias Utara – Suara Nusantara
Keluarga almarhum Ruyudin Waruwu belum menerima Asuransi Kematian dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Sumatera Utara. Padahal almarhum yang semasa hidupnya berprofesi sebagai nelayan di Dusun 1 Afulu, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, telah meninggal setahun lamanya.
“Sudah setahun suami saya meninggal namun sampai sekarang hak almarhum saya sebagai nelayan dalam bentuk asuransi belum saya terima. Saya minta kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara untuk segera memberikan Asuransi Kematian suami saya, biar di bulan suci ini bisa saya dan anak saya memanfaatkannya,” ungkap Istri almarhum, Wina Astri Waruwu alias Ina Safa sambil menangis,di rumahnya, Jumat (2/6/2017).
Sejak Ruyudin Waruwu meninggal 19 Juni 2016 silam karena sakit, Wina hanya bisa menghidupi ketiga anaknya dari belas kasihan sanak saudara. Dia sangat berharap dana Asuransi Kematian suaminya bisa dicairkan karena semua kelengkapan persyaratan administrasi sudah dia serahkan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara.
Menurut penjelasan Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara beberapa waktu yang lalu mengatakan Asuransi Nelayan tersebut bukan dari Kabupaten Nias Utara melainkan dari Anggaran APBD Propinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara.
“Kami sudah perintahkan Kadis Perikan Kabupaten Nias Utara Taruli Zega untuk konsultasi kepada pihak provinsi masalah asuransi tersebut,” ujar Bupati.
Penulis: Candra Nazara












