
Nias Barat – SuaraNusantara
WVI Kantor Operasional Nias dalam masa programnya akan berakhir pada tahun 2019, setelah 12 tahun melakukan pendekatan pengembangan program di wilayah dampingan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh WVI Nias yakni melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Nias Barat bertempat di Ruang Afo Kantor BAPPEDA Kabupaten Nias Barat pada hari Kamis, 18 Mei 2017. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Nias Barat, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Penggerak PKK, Camat Mandrehe Utara, Camat Mandrehe serta Pimpinan WVI Nias dan beberap staf WVI.
Audiensi ini sebagai bentuk pelaporan dan pertanggungjawaban dari program-program yang telah dilaksanakan oleh WVI Nias baik itu dibidang kesehatan, pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat dan pengembangan anak kepada pemerintah kabupaten Nias Barat.
Dalam sambutannya pimpinan WVI Nias, Marcell Sinay mengatakan bahwa pertemuan yang diadakan hari ini nantinya bisa menjadi langkah untuk bergerak bersama dengan pemerintah Kabupaten Nias Barat dalam memajukan program yang telah dilakukan oleh WVI yang terus berkelanjutan dimasyarakat.
Kegiatan ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Nias Barat. Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat, Bapak Sabaeli Gulo, SIP yang dalam arahannya mengatakan bahwa audiensi yang dilaksanakan ini akan menjadi wadah untuk mendukung program-program yang telah dilaksanakan oleh WVI dimana program ini telah dirasakan oleh masyarakat yang ada diwilayah dampingan WVI di Kabupaten Nias Barat. Meskipun nantinya WVI akan berakhir di wilayah di kepulauan Nias, khususnya di Kabupaten Nias Barat, namun Pemerintah Kabupaten Nias Barat akan tetap mendukung program- program WVI untuk tetap berkelanjutan dimasyarakat.
Pada kesempatan ini juga turut hadir salah seorang kader posyandu dari desa dampingan WVI, Nurulia Lahagu, dari desa Hilimayo Kecamatan Mandrehe Utara. Beliau menceritakan tentang keberhasilan yang telah dicapai setelah dilatih oleh WVI diantaranya menjadi pendamping kegiatan PAUD, Forum Anak Desa, dan Kader Posyandu. Dari kegiatannya di Posyandu, Nurulia telah berhasil mendampingi 2 ibu yang berhasil melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Asi Ekslusif sebanyak 7 orang. “Saya bangga menjadi salah satu pejuang 1000 hari kelahiran” ujar Nurulia disambut positif oleh semua peserta yang ada. Nurulia Lahagu telah mendapatkan penghargaan secara nasional yang diberikan oleh Wahana Visi Indonesia sebagai Pejuang 1000 Hari Kehidupan pada tahun 2015.
Mendengar kesaksian Nurulia Lahagu berkat pendampingan WVI, Sekda dan beberapa kepala dinas lainnya sangat mengapresiasi kerja cerdas Nurulia, dan berharap di masa mendatang akan lahir Nurulia lainnya yang mampu menjadi berkat baik di bidang kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi di wilayah Nias Barat.
Di akhir audiensi, disepakati beberapa hal yang menjadi komitmen antara WVI dan Pemerintah Daerah Nias Barat melalui SKPD yang hadir untuk melanjutkan program-program yang telah ada untuk membantu mewujudkan kehidupan anak Nias Barat hidup utuh sepenuhnya. Diantaranya memperingati Hari Anak Nasional dengan mengeluarkan SK Forum Anak Kabupaten Nias Barat, Deklarasi Desa Stop BABs, adanya Fasilitator PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak), pendampingan PAUD percontohan, dan hal lainnya yang disepakati hari ini.
Harapannya, pada tahun 2019 saat WVI akan mengakhiri pelayanannya di Nias, akan ada beberapa program yang mampu direplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Nias Barat maupun di Pulau Nias secara umum, bahkan bisa menjadi pembelajaran di tingkat Nasional.
Penulis : Linda












