
Pamekasan – SuaraNusantara
Kasus pembunuhan Kepala Desa Karang Gayam Blega Bangkalan, H Dhofir (43) oleh orang tak dikenal, Kamis (11/5/2017) kemarin mendapat perhatian berbagai kalangan, tak terkecuali bakal calon (Balon) Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Kholilurrahman.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku kaget atas insiden tersebut. Ia berfikir, masyarakat Madura sudah mulai berubah tak menggunakan cara-cara kasar dan sadis menyelesaikan persoalan.
“Saya kaget dengan insiden pembunuhan di Bangkalan. Usai sholat dzuhur, dia duduk-duduk dan datang dua orang tak dikenal langsung membabatnya,” tutur Kholil saat menghadiri acara petik laut di Desa Montok, Larangan, Jumat (12/5/2017).
Masyarakat Madura yang terkanal santun dan tegas diharapkan mampu menjaga emosi bila dihadapkan dengan persoalan.
“Kondisi Indonesia saat ini, khususnya masyarakat Madura masih menggunakan cara-cara kekerasan. Saya harap masyarakat Madura tetap terkenal dengan kesantunannya,” papar dia.
Diketahui, Kades Karang Gayam dibacok oleh orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam dan mengenai bagian perut, tangan dan pelipis korban.
Kasus pembunuhan dengan korban Kepala Desa Karang Gayam Haji Dofir ini merupakan kali kedua dalam dua hari terakhir.
Kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Galis, Bangkalan karena persoalan salah paham antar tetangga
Penulis : Has
Â












