
Pamekasan-SuaraNusantara
Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Famas) Pamekasan, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Pamekasan, Selasa (9/5/2017). Aksi ini terkait keterlambatan pendistribusian beras sejahtera (Rastra) yang sampai bulan Mei belum ada yang didistribusikan ke penerima manfaat.
Koordinator aksi Iklal Milal mengatakan, Rastra di gudang Bulog hingga kini belum terdistribusikan, sehingga beras yang ada hanya menumpuk begitu saja, sementara masyarakat penerima di bawah terus menunggu.
“Kami datang ke kantor Bupati Pamekasan agar persoalan keterlambatan pendistribusian Rastra cepat teratasi,” kata Iklal, di lokasi unjuk rasa, Selasa (9/5/2017).
Iklal menambahkan, persoalan utama keterlambatan pendistribusian ada di Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan. Sebab Kepala Desa (Kades) juga belum pernah diberi tahu kapan penebusan Rastra dari Bulog sudah bisa dilakukan.
“Kami menilai Bagian Perekonomian yang lalai dan tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik untuk kepentingan masyarakat kecil,” ungkapnya.
Terkait hal ini, Kabag Perekonomian Setakab Pamekasan Basri Yulianto menjelaskan, Rastra jauh berbeda dengan Raskin dalam hal regulasi dan sasaran penerimanya.
Kata dia, tiap-tiap daerah membutuhkan petunjuk teknis sebelum didistribusikan. Basri menambahkan, tanggal 28 Pebruari 2017 Bagian Perekonomian baru menerima besaran pagu Rastra dari pemerintah pusat. Sedangkan nama-nama penerima dan juknisnya belum ada. Sehingga pihaknya harus menunggu regulasi lainnya.
“Kalau hanya pagu Rastra yang ada, lalu kepada siapa akan kami salurkan. Ini akan menabrak aturan dan saya yang akan disalahkan,” ungkapnya.
Namun, Bagian Perekonomian sudah membuat juknis pendistribusian sekaligus calon penerimanya. Hasil pembahasan juknis tersebut akan disosialisasikan kepada kepala desa dan para camat, sehingga distribusi beras kepada penerima bisa dilakukan.
Penulis: Has












