
Pematangsiantar-SuaraNusantara
Mulai tahun 2017 ini, investor China berinvestasi sebesar Rp. 58 triliun untuk membangun pesisir pantai Nias yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan membangun lapangan terbang, hotel, dan fasilitas lainnya yang bertaraf internasional.
“Estimasinya, Nias akan dikunjungi sedikitnya 1.000 wisatawan asing per hari, jika pembangunan infrastrukturnya sudah selesai,” kata Wakil Gubernur Sumut Brigjen (Purn) Nurhajizah Marpaung, saat berkunjung di Kota Pematangsiantar, beberapa waktu lalu.
Menurut Marpaung, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memang menggandeng investor dari China guna membangun kawasan pesisir pantai barat dan timur, sehingga bernilai ekonomis. Hal itu untuk memacu pembangunan di Provinsi Sumatera Utara yang tertinggal dibanding Pulau Jawa.
Kawasan pesisir pantai barat dan timur di antaranya meliputi Kepulauan Nias, Kota Sibolga, Kabupaten Serdang Bedagai, Tanjung Balai, Batubara, dan Labuhan Batu.
“Selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal potensi kekayaan lautnya sangat besar,” katanya.
Selain bidang pariwisata, sambung Marpaung, Sumatera Utara juga membutuhkan investor untuk berbagai jenis usaha lain, termasuk investor untuk pengelola pabrik kopi, karena kopi asal Sidikalang dan Lintongnihuta terkenal di Eropa.
Penulis: Yon K












