
Sampang – SuaraNusantara
Warga Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terlihat antusias menyaksikan balapan kelinci di lapangan Putra Madura, tepatnya di Dusun Brekas, Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Minggu (23/4/2017).
Hewan yang terkanal malas belari dan hanya lompat kecil itu diadu kecepatannya layaknya kerapan sapi. Dalam istilah Madura, balapan kelinci disebut ‘Kerrap Marmuci’.
Ketua Panitia penyelenggara, Rohmad, mengklaim balapan kelinci kali ini yang terbesar se-Kabupaten Sampang. Setidaknya ada 160 Kelinci yang ikut adu kecepatan.
“Pesertanya kebanyakan dari wilayah Kabupaten Sampang dan sebagian dari Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, Sumenep dan juga Pasuruan,” bebernya.
Kata dia, sekali sprint diikuti oleh dua kelinci sekaligus. Kelinci-kelinci tersebut akan beradu cepat di lintasan lurus sepanjang kurang lebih 100 meter.
“Balapan memakai sistem gugur. Bagi yang kalah di penyisihan, akan diadu antar yang kalah” jelas Rohmad.
Lebih jelasnya, sambung Rohmad, setiap pertandingan akan menyisakan pemenang atas dan pemenang bawah. Pemenangan atas, kelinci yang tidak pernah kalah sejak penyisihan sampai babak final. Sedang pemenang bawah adalah yang tercepat di antara yang kalah.
“Hadiahnya 1 unit mobil dan 5 unit sepeda motor serta piagam,” tutur dia.
Dikatakan, metode balapan kelinci sama persis seperti karapan sapi. Setiap kelinci yang akan diadu kecepatannya dipakaikan kalung. Bila sapi kerapan dicambuk pakai paku, maka kelinci yang diadu dijepit pakai alat penjepit agar berlari dengan cepat.
“Ada dua bagian yang dijepit yakni punggung dan ekor. Di garis start, satu kelinci didampingi tiga orang, di antaranya satu ‘joki’, satu pemegang bendera dan satu lainnya memegang kaleng berisi batu,” ujarnya.
Saat akan dilepas, lanjut Rahmad, kaleng digoyang menimbulkan suara bising yang akan membuat kelinci ketakutan sehingga berlari cepat. Suara bising berfungsi sebagai pecut kelinci.
“Kelinci yang diadu juga dirawat khusus, diberi jamu, dimandikan dan dijemur secara rutin,” tukas Rohmad.
Penulis: Hasbullah












