
Nias Selatan-SuaraNusantara
Warga sekitar Jalan Lahusa menuju Gomo, menagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan Sumatera Utara terkait pembangunan hotmix yang tak kunjung selesai.
Tahun 2016 lalu, Pemkab Nias Selatan telah mencoba melanjutkan pembangunan Jalan Lahusa Gomo ini lewat kontraktor PT Peduli Bangsa, namun tidak berjalan karena kontraktor telah mengundurkan diri akibat tak sanggup mengerjakan.
“Pekerjaan itu telah diputus karena telah habis masa kerja,” sebut Arsen Halu, Kabid Bina Marga Dinas PU Nias Selatan saat di konfirmasi melalui telepon selular, Senin (13/2/2017).
Kata Halu, tahun ini direncanakan pembangunan hotmix Jalan Lahusa Gomo sepanjang 9 KM dengan pagu dana  Rp 10 miliar diperkirakan akan rampung semua.
“Saat ini sedang kita rencanakan RABnya. Direncanakan tahun ini pembangunan Jalan Lahusa Gomo bisa tuntas,” ujarnya.
Faduhusa Laia selaku Anggota DPRD Nias Selatan Dapil V (Lima) pada penyampaian Hasil Reses dalam Rapat Paripurna DPRD Nias Selatan, Senin 30 Januari 2017 silam pernah mengatakan sangat kecewa dengan pembangunan hotmix Jalan Lahusa Gomo.
“Pembangunan Lahusa Gomo yang sudah tiga tahun penganggarannya hingga saat ini tidak pro aktif, terutama pemborong (kontraktor) yang dituju. Untuk itu kami sampaikan kepada pemerintah daerah untuk bisa pro aktif dalam pembangunan Jalan Lahusa Gomo tersebut,” ujarnya.
Janji-janji pemerintah daerah yang tidak kunjung direalisasikan membuat warga mengeluh, apalagi kondisi Jalan Lahusa Gomo sudah seperti ajang offroad.
“Pemerintah sudah sering janji akan menyelesaikan pembangunan jalan  ini, namun belum terealisasi dengan baik,”  keluh Sozan Laia, salah seorang warga
Ia meminta pemerintah daerah agar   melanjutkan pembangunan Jalan Lahusa Gomo. Warga sudah ‘gatal’ melihat kondisi jalan yang terasa seperti penyakit kudis yang tak kunjung sembuh. Selain itu dengan kondisi jalan yang semakin hari-semakin rusak dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan, terutama  pengendara roda dua. (WL)












