Polisi merilis identitas korban kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/4/2017). Ada 11 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Selain korban tewas, 42 orang mengalami luka ringan dan 5 orang luka berat. Seluruh korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Cimacan.
Pukul 17.00 WIB sore tadi, Polres Cianjur dan Ditlantas Polda Jawa Barat telah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kecelakaan yang disebabkan bus pariwisata Kitrans mengalami rem blong. Selain itu, polisi juga menggali keterangan dari saksi mata dan korban yang selamat untuk menyelidiki lebih jauh penyebab terjadinya kecelakaan.
Sementara ini diketahui, kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terjadi pada pukul 11.00 WIB. Saat itu, bus pariwisata Kitrans bernomor polisi B 7058 BGA sedang mengangkut rombongan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang hendak berlibur ke Cibodas.
Pukul 10.25 WIB, ketika Bus melintasi perbatasan Bogor-Cianjur, rem tiba-tiba blog. Kondektur bus langsung berteriak memberi peringatan melalui jendela kepada pengendara di depannya.
Lima menit kemudian, bus berjalan oleng dalam kondisi mesin mati, namun karena jalan menurun, bus tetap melaju dengan cepat sebelum akhirnya menabrak 10 kendaraan yang ada di depannya. Setelah itu menyeret beberapa mobil dan motor dari arah berlawanan hingga masuk jurang. Bus juga sempat lebih dulu menabrak warung kopi milik Subarna (35).
“Di tikungan rumah makan Bumi Aki, kondisi jalan turun dan tikungan tajam, sehingga (bus) lepas kendali dan menabrak mobil yang sedang macet dari Cianjur menuju Bogor. Bus bersama dua unit mobil Avanza Nopol B 1608 BKV, B 1087 BIQ dan 6 unit motor masuk jurang,” ujar Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa, Minggu (30/4/2017).
Akibat kecelakaan ini kemacetan panjang terjadi di Jalur Puncak hingga sore tadi. Kemacetan mencapai belasan kilometer
SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.