Kabupaten Tangerang – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Tangerang menyebut, dari 246 desa sebanyak 171 desa yang belum memiliki perpustakaan.
Kabid Pelayanan DPAD Kabupaten Tangerang Masdiana menjelaskan, masih banyak desa yang belum memiliki perpustakaan dikarenakan pihaknya kesulitan memberi pengertian san menyamakan persepsi dengan kepala desa (kades).
“Perkembangannya agak sulit memberikan pengertian ke kepala desa itu, kan kita menyamakan persepsi dulu. Tapi alhamdulillah nya dua tahun ini mereka sudah menganggarkan. Tahun kemarin mereka sudah menganggarkan Rp5 juta untuk belanja buku dan tahun ini mereka menganggarkan Rp10 juta, kemudian bankeu provinsi juga Rp10 juta untuk perpustakaan,” papar Masdiana, Jum’at (12/7/2019).
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat DPAD terjun langsung membimbing dan menyosialisasikan pentingnya perpustakaan desa kepada masyarakat.
“Kelanjutannya mau diapakan kan kami harus turun tangan. Kamu advokasi lagi bagaimana mengolah bukunya, bagaimana mengolah layanannya. Itu kan harus orang perpustakaan yang memberikan pembinaanya dan baru tersosialisasikan 75 desa,” tuturnya.
Masdiana menuturkan, di anggaran perubahan 2019 program ini akan berlanjut. Ke depan perpustakaan desa akan menggunakan konsep sebagai institusi pelopor gerakan literasi untuk kesejahteraan.
“Nanti di perubahan anggaranya Oktober-Desember itu ada kelanjutannya,” imbuhnya.(don/and)













Discussion about this post