Kota Tangerang – Dua pemuda asal Tangerang yakini Ismail Mahaputra dan Adi Setia Sigit akan mewakili Indonesia di ajang Asian Beatbox Championship, yang digelar di Taiwan, pada 17 Juli 2019 mendatang.
Keduanya akan berangkat ke negeri Formosa setelah dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya. Mereka mengirimkan video Tag Team ke akun YouTube Asia Beatbox.
“Alhamdulillah bang abis ngirim nggak nyangka dapat info lolos ke tahap berikutnya, tapi wakil dari Indonesia bukan saya aja bang ada dari tiga daerah lainnya yaitu Jember, Bandar Lampung, dan juga Ternate,” tutur Adi saat ditemui di Gedung KNPI Kota Tangerang, Jum’at (07/07/2019).
Dia bercerita bagaimana berkenalan dengan Ismail Mahaputra. Pertama kali perkenalan dari sebuah Komunitas Beatbox, saling sharing dan satu visi dan misi hingga akhirnya sepakat untuk mengikuti kompetisi Beatbox baik di daerah maupun di luar daerah.
“Awalnya memang kamj berdua tidak saling kenal, baru kenal di komunitas Beatbox Tangerang pada 2015 lalu. Dari situ saya mulai kenal dengan bang Ismail dan mulai sering ikut lomba di mana saja bersama, seperti contohnya pernah ikut lomba Beatbox di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan itu yang akhirnya bikin kami percaya diri untuk bisa ikut di tingkat Asia,” paparnya panjang lebar.
Tampil di Asian Beatbox Championship 2019, Adi dan Ismail rencananya akan membawakan lagu daerah Indonesia yang akan diremix dengan musik modren. Hal itu agar tetap membawa nama Indonesia dan memperkenalkan musik Indonesia di tingkat Asia.
“Kami sedang melakukan remix lagu darah Indonesia, sedang kami cocokan dengan temponya. Karena yang paling sulit dalam Beatbox adalah menjeda tempo dan juga ego, tetapi pastinya kami akan membawa lagu daerah Indonesia sebagai identitas sebagai warga negara Indonesia,” jelas Adi.
Menurutnya, Malaysia akan menjadi lawan tersulit karena mempunyai Beabox yang tangguh dan rapih. Akan tetapi, dia dan partnernya optimis bisa menang dengan konsep yang telah disiapkan dan materi yang matang.
“Kita akui Malaysia akan menjadi lawan yang sulit, tetapi kami tidak akan gentar melawan mereka. Kami sudah menyiapkan konsep dan materi yang matang, mudah-mudahan kami bisa lolos ke tingkat dunia,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Kominfo DPD KNPI Kota Tangerang Ridho Fathullah mengatakan, dua pemuda inj adalah aset daerah yang tak hanya harus harus dirawat dan dijaga, akan tetapi harus diberikan dukungan dan juga ruang untuk meluangkan kreativitasnya.
“Pemuda ini aset daerah, kami sebagai wadah pemuda akan siap memberikan ruang kreativitas. Tidak hanya di bidang seni, bidang lainnya kami akan siap memberikan mereka ruang, karena dengan ruang kreativitas tersebut mereka akan berkembang dan membawa nama Kota Tangerang ke tingkat Internasional,” tutupnya.(ayip/nda)













Discussion about this post