Kabupaten Tangerang – Polisi mencegah belasan anak yang hendak mengikuti aksi 22 Mei, di Jakarta. Mereka dihadang petugas saat akan naik kereta di Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
“Selain sekolah, mereka juga mengaku sebagai santri. Keterangan itu masih kami dalami,” kata Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif, Rabu (22/5/2019).
Sabilul mengaku prihatin apalagi anak-anak tersebut tidak membawa uang yang cukup. Uang yang mereka bawa, hanya cukup untuk membayar tiket kereta sekali jalan.
“Bagaimana kalau mereka lapar? Atau ada kejadian lain di luar dugaan mereka. Sementara mereka tidak cukup membawa perbekalan,” ujarnya.
Sabilul mengatakan, sudah memberikan pemahaman kepada anak-anak itu dan telah menugaskan anggota untuk berkomunikasi dengan orangtua dan guru dari anak-anak tersebut.
“Kami pulangkan ke rumahnya masing-masing,” imbuhnya.(don/and)













Discussion about this post