Serang – Dr. Rangga Galura Gumelar M.Si, salah satu dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Untirta, sebut Fitron Nur Ikhsan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten melakukan pencitraan diri.
Menurutnya, Fitron melakukan pencitraan lewat program pendidikan gratis tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negri (SMKN) se Provinsi Banten.
Menurut Rangga, seharusnya seluruh masyarakat bahkan anggota legislatif harus memiliki pola frame berfikir, bukan lagi stak kepada tataran anggaran dan perdebatan.
“Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten menolaknya dengan membabi buta, perdebatannya terhadap program pendidikan gratis tanpa argumentasi mendasar. Sangat jelas ini merupakan sebuah pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat Banten,” ujarnya, Rabu (1/8/2018).
Rangga yang juga sebagai peneliti bidang Kualitas Pendidikan mengatakan, persaingan global tak dapat dielakan.
Pasalnya perusahaan asing dapat menguasai pendidikan yang menguasai sumber daya manusia (SDM) dan tehnicalnya. Hal itu, membuat masyarakat Banten menjadi penonton.
“Jika hanya menolak tanpa berfikir kritis agar mengembangkan SDM Banten, menjadikan isu pendidikan gratis hanya sebagai komiditas politik, maka rusaklah Banten,” katanya.
“Hanya orang yang pesimistis jika selalu melihat dalam perspektif negatif. Anologinya sederhana Pendidikan gratis diributkan, padahal pendidikan gratis sudah dilakukan oleh Kabupaten/Kota sebelumnya di Banten. Jadi mengapa harus kebakaran jenggot ketika pemprov akan memperkuat posisi masyarakat agar lebih sejahterah,” sindirnya.
Ia mengaku siap sejalan dengan Rektor Untirta dan Gubernur Banten, dirinyapun siap mensukseskan program sekolah gratis di Provinsi Banten.
“Dalam perspektif bahwa Pemprov memiliki program pendidikan gratis, saya mendukung,” tukasnya. (ahmad/nji)












