
Denpasar-SuaraNusantara
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menegaskan jika persediaan beras di Provinsi Bali untuk pengungsi Gunung Agung yang mencapai 48 ribu lebih masih mencukupi.
“Cadangan beras sampai saat ini masih cukup untuk seluruh pengungsi,” kata Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Selasa (26/9/2017).
Pastika mengatakan masing-masing bupati berhak mengeluarkan 100 ton beras dari gudang, sementara provinsi 200 ton beras. Kebutuhan beras untuk para pengungsi, setiap harinya mencapai 15 ton.
Meski stok beras masih mencukupi, namun Pastika mempersilahkan para donatur yang ingin menyalurkan bantuan bagi pengungsi Gunung Agung.
“Barusan kami dapat bantuan dari Bank Indonesia minyak goreng dua ton dan gula dua ton. Mudah-mudahan dari yang lain juga ada,” katanya.
Selain beras, kebutuhan mendasar lainnya adalah satu ton gas per hari untuk dapur-dapur umum. Pastika berjanji akan terus berusaha mencukupi kebutuhan gas yang saat ini sangat mendesak.
Pastika meminta agar petugas memastikan ke luar masuk bantuan dan logistik terdata dengan transparan. Dia juga menugaskan Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Dinas Sosial Provinsi Bali untuk bertugas mendampingi petugas pencatatan logistik. Dengan demikian akan diketahui di tempat mana saja yang kekurangan bahan bantuan.
Mengenai dana tak terduga untuk tanggap darurat, sampai saat ini belum bisa dicairkan dari APBD, baik APBD Provinsi Bali maupun APBD Kabupaten Karangasem. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Penggunaan APBD, bahwa penggunaan dana tak terduga APBD harus menunggu kondisi tanggap darurat.
“Tanggap darurat itu kalau gunungnya meletus. Sekarang ini namanya siaga darurat, jadi belum boleh pakai APBD. Itu persoalannya sekarang. Kabupaten Karangasem punya duit dana tak terduga Rp1,2 miliar dan belum bisa terpakai. Provinsi punya Rp4,5 miliar belum bisa dipakai,” ujar Pastika.
Kontributor: Ali












