
Bangkalan – SuaraNusantara
Kesadaran berkendara dengan aman selama masa lebaran terlihat masih rendah. Ini terlihat dari banyaknya pengendara roda dua yang menyeberang di Jembatan Suramadu, Jawa Timur, dinaiki lebih dari dua orang dan membawa banyak barang.
Tentu kondisi seperti ini memunculkan resiko kecelakaan pada pengendara. Seperti yang dilakukan oleh Fajar Fahmi. Pria asal Situbondo ini, membawa istri dan dua anaknya menggunakan sepeda motor.
Karena alasan tak punya pilihan lain, Fajar mengaku kembali ke perantauannya di Tabanan, Bali, dengan membawa seluruh keluarganya menggunakan sepeda motor.
“Saya hanya punya motor, bisanya ya bonceng empat gini, sebenarnya khawatir. Ya tapi mau apa lagi,” kata Fajar Fahmi, Jumat (30/6/2017).
Perilaku berbahaya tersebut juga dilakukan Suparman, warga Tangkel, Bangkalan. Dirinya juga nekat kembali ke perantauan Pulau Dewata dengan membawa dua anak dan istrinya dengan menaiki Honda Vario miliknya.
“Alhamdulilah lancar saja sampai ke Ketapang. Ya ada polisi tapi tidak sampai dicegah. Hanya mengatur lalulintas,” ujarnya.
Meski kurang lebih akan menaiki kendaraan selama enam jam, dirinya sebenarnya merasa takut. Namun lagi-lagi pengendara motor tak punya alasan lain selain lebih cepat dan murah.
“Takut sih iya. Tapi gimana lagi, naik bus mahal, lama lagi, kecuali ada angkutan yang murah dan cepat menuju Bali,” ucapnya.
Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto telah mengimbau pemudik untuk menjaga keselamatan berlalu lintas dengan tidak membawa barang berlebihan.
“Kalau jatuh, bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Persiapkan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan saja,” kata Setyo di kantornya, belum lama ini
Selama ini, masyarakat memang mengandalkan kendaraan roda dua untuk mudik. Hal ini terkait dengan pilihan masyarakat yang cenderung menilai mudik lebih murah meriah dengan menggunakan sepeda motor.
Penulis: Has












